Jumat, 19 Jun 2026 17:31 WIB

Khofifah Minta Pejabat Pemerintah yang Maju Pilkada Mundur dari ASN

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta kepada pejabat pemerintahan yang maju sebagai calon kepala daerah atau wakil kepala daerah di Pilkada Serentak 2020, untuk mundur dari aparatur sipil negara (ASN).

Di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, ada dua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang maju sebagai calon kepala daerah di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Keduanya adalah Kepala Bakorwil Pamekasan Madura Fattah Jasin yang akan maju sebagai bakal calon bupati Sumenep dan Kepala Dinas ESDM Setiajit yang bakal maju sebagai calon bupati Tuban.

"Ya kebetulan ada dua, tapi ini kan masih proses untuk mendapatkan dukungan. Satu di Sumenep kemudian satu di Tuban," kata Gubernur Khofifah usai menghadiri acara Gelar Operasional dan Pembinaan, Persiapan Polda Jatim Dalam Pelaksanaan PAM Pilkada Serentak Tahun 2020, di gedung Mahameru Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Kamis (13/2/2020).

"Kita ikuti aja regulasinya. Kalau mereka secara resmi mendaftarkan, mereka harus mengundurkan diri dari ASN. Dengan begitu posisinya sebetulnya pada saat mereka sudah menjadi calon, mereka sudah bukan lagi ASN," tambahnya.

Gubernur Khofifah menegaskan, permintaan itu sesuai dengan arahan dari Menteri Dalam Negeri.

"Kenapa kita persis dari Mendagri itu yang oleh Mendagri diminta kita mensosialisasikan dan meneruskan. Jadi ini sudah diteruskan, pasti nanti akan ada imbauan lagi," jelasnya.

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

Ia juga meminta kepada ASN untuk tetap menjaga netralitas pada pilkada serentak tahun ini, agar tidak memicu pertanyaan tentang keabsahan.

"Mengingatkan kembali netralitas ASN itu salah satu hal yang memang harus diantisipasi," tegasnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, sudah ada warning yang masuk ke Pemprov Jatim tentang pilkada di dua daerah tersebut.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Optimistis Produktivitas Gula Jatim Terus Meningkat

"Ada yang memberikan warning ke pemprov karena identifikasinya kemungkinan terjadi di dua kabupaten yang mereka sampaikan. Jadi artinya kewaspadaan-kewaspadaan itu sebetulnya sudah harus dilakukan secara seksama," ungkapnya.

"Dan elemen masyarakat juga sudah memberikan warning. Saya rasa ini akan menjadi titik di mana kita akan melakukan antisipasi bersama-sama," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.