Kamis, 18 Jun 2026 23:31 WIB

Puluhan Ibu Muda di Tulungagung Mengaku Jadi Korban Arisan Online

Salah satu korban arisan online di sela melapor ke Mapolres Tulungagung
Salah satu korban arisan online di sela melapor ke Mapolres Tulungagung

jatimnow.com - Puluhan ibu muda yang mengaku menjadi korban penipuan arisan online, melapor ke Polres Tulungagung, Rabu (5/2/2020). Mereka mengaku sudah menyetor uang ratusan juta rupiah.

Wiwin Puspitasari (38), salah satu peserta arisan online mengatakan, uang yang seharusnya menjadi milik pemenang arisan tidak diberikan oleh pengelola arisan. Arisan itu dimulai sejak April 2019 lalu.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Terdapat 20 anggota arisan dalam grup ini. Semuanya dijanjikan mendapat Rp 50 juta jika menang arisan tiap bulannya," tutur Wiwin di Mapolres Tulungagung.

Menurut Wiwin, awalnya arisan berjalan lancar. Namun sejak September 2019, mulai bermasalah. Uang pemenang arisan tidak dibayarkan oleh pengelola. Arisan ini menggunakan sistem menurun, sehingga setiap anggota besaran uang yang disetor setiap bulannya berbeda, sesuai dengan nomor urutan yang telah ditetapkan pengelola.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Anggota yang mendapatkan nomor urutan terakhir paling sedikit menyetorkan uang dibanding lainnya. Setoran setiap anggota berbeda, tapi rata-rata Rp 2,5 juta per bulan," ungkap Wiwin.

Para anggota arisan ini sebenarnya sudah melakukan mediasi dengan pihak pengelola. Namun mereka hanya dijanjikan akan segera mendapatkan uang arisan tersebut. Karena tidak puas, anggota arisan ini sepakat melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Kita juga diancam akan dilaporkan oleh pengelola dengan alasan pencemaran nama baik," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.