Selasa, 16 Jun 2026 00:35 WIB

Permintaan Menurun, Perajin Bakiak di Tulungagung Tetap Bertahan

M Hamdan Habibi menyelesaikan bakiak produksinya
M Hamdan Habibi menyelesaikan bakiak produksinya

jatimnow.com - Perajin sandal kayu atau bakiak di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, berupaya tetap eksis ditengah gempuran sandal produk lain buatan pabrik.

Para pengrajin tetap memproduksi bakiak meski jumlah pemesan terus mengalami penurunan sejak dua tahun terakhir.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Muhammad Hamdan Habibi (32), salah seorang perajin bakiak mengatakan biasanya dirinya melayani hingga 50 kodi bakiak per bulan. Saat ini dirinya hanya menerima pesanan 20 kodi per bulannya.

"Sejak dua tahun terakhir ini permintaan cenderung menurun, banyak orang yang sudah tidak menggunakan bakiak lagi," ujarnya saat ditemui di bengkelnya, Senin (3/2/2020).

Ia menjelaskan, produksi bakiak ini telah digelutinya turun temurun, Hamdan sendiri merupakan generasi keempat penerus usaha bakiak.

Dibantu karyawannya, ia bertekad meneruskan usaha bakiak yang sudah dirintis oleh keluarganya ini.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Mungkin usaha ini ketinggalan zaman namun tetap kita produksi karena kita percaya ini masih mendatangkan keuntungan," katanya.

Kayu yang digunakan untuk membuat bakiak ini merupakan kayu randu. Kayu tersebut dipilih karena ringan dan mudah dibentuk.

Sejumlah kota yang mempunyai banyak pondok pesantren seperti Kediri, Jombang dan Ponorogo menjadi pelanggan tetapnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Saat ini pelanggan banyak dari kalangan pesantren," jelasnya.

Ia berharap, meskipun sudah ketinggalan zaman namun masyarakat tetap menggunakan bakiak ini. Selain lebih kuat, bakiak ini juga cocok digunakan untuk kebutuhan musala maupun masjid.

"Kalau musim penghujan juga cocok karena tidak mudah licin," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.