Senin, 22 Jun 2026 22:23 WIB

Wayang Potehi Hingga Pecinan Street Food di Festival Imlek Banyuwangi

Pembukaan Festival Imlek di Banyuwangi
Pembukaan Festival Imlek di Banyuwangi

jatimnow.com - Festival Imlek yang digelar di Banyuwangi akan berlangsung selama tiga hari di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Hoo Tong Bio.

Dalam festival ini, akan diramaikan dengan pertunjukan Wayang Potehi hingga Pecinan Street Food.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan Festival Imlek merupakan wujud komitmen daerah mengangkat beragam tradisi dan kebudayaan untuk mengakomodir beragam tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

"Sejak empat tahun lalu, kami masukkan event ini menjadi agenda resmi B-Fest untuk menunjukkan bahwa budaya Tionghoa juga merupakan bagian dari Banyuwangi. Banyuwangi yang dihuni banyak etnis, agama, dan budaya namun bisa saling hidup rukun dan damai," kata Anas, Jumat (31/1/2020).

Anas meyakini, Festival Imlek akan berlangsung semarak. Karena selain mempertontonkan budaya Tionghoa, juga akan menampilkan kesenian lokal. Seperti, Barong Using dan lagu-lagu daerah yang bakal bersanding dengan musik khas Tionghoa.

"Ini pastinya menarik, bagaimana budaya Tionghoa akan berpadu dengan budaya Banyuwangi. Jangan sampai dilewatkan," ujarnya.

Koordinator Kelenteng Hoo Tong Bio, Alexander Martin, Festival Imlek bakal dimeriahkan banyak atraksi yang merefleksikan akulturasi budaya Tionghoa dan budaya lokal Banyuwangi.

Diawali dengan pertunjukan Wayang Potehi di depan kelenteng. Ini merupakan kesenian wayang klasik perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa.

"Pertunjukan ini akan berlangsung tiga hari, hingga Minggu (2/2/2020). Dimulai pukul 16.00 - 21.00 Wib," kata Alex, sapaan akrabnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Jumat malam, kata dia, akan dilanjutkan dengan peresmian sentra kuliner baru 'Pecinan Street Food'.

Sebuah kawasan kuliner yang menjajakan beragam masakan khas Tionghoa. Mulai dari dimsum, lontong cap go meh, bebek/ ayam Peking, sate Tai Chan, hingga nasi goreng hitam.

Aneka jajanan juga tersedia, mulai dari kue keranjang, manisan Tiongkok, bakpao ayam, dan bakcang. Juga aneka minuman, seperti teh bunga krisan, kopi, dan masih banyak lainnya.

Meski ini adalah sentra kuliner Tionghoa, Alex memastikan bahwa semua menu yang dijajakan di kawasan ini halal. Pengunjung tidak perlu khawatir mencicipi kuliner di Pecinan Street Food.

"Masyarakat Banyuwangi sangat majemuk, ada banyak etnis dan agama. Namun, kami menyadari bahwa mayoritas adalah muslim. Sehingga kami dan seluruh pedagang sepakat hanya menyediakan masakan halal. Sehingga siapa saja bisa datang dan berwisata kuliner di sini tanpa ragu. Dijamin halal dan enak," tegas Alex.

Baca Juga: Pastikan Perayaan Imlek Kondusif, Kapolres Gresik Tinjau Klenteng Kim Hin Kiong

Pecinan Street Food ini akan digelar di sepanjang jalan ikan gurame di Kelurahan Karangrejo. Membentang sekitar 300 meter di areal Kelenteng Hoo Tong Bio.

Di sini, pengunjung bisa mencicipi kuliner sedap sambil menikmati suasana romantis yang kental nuansa Imlek. Mulai dari musik, hiburan, hingga ornamen serba merah.

"Pecinan Street Food dibuka hingga festival imlek berakhir pada Minggu malam. Selanjutnya, akan rutin digelar setiap Jumat malam di areal yang sama. Jadi warga Banyuwangi dan wisatawan yang ingin menikmati masakan khas Tionghoa tidak perlu repot. Langsung saja ke tempat ini. Dijamin puas," ujarnya.

Selanjutnya, pada Minggu (2/2/2020), Festival Imlek akan ditutup dengan beragam pertunjukan seni kolaborasi. Diantaranya, atraksi Leang-Leong dan Tarian Lampion. Juga kolaborasi Barongsai, Barong Using, dan Barong Bali.

"Juga ada penampilan Lalare Orchestra. Mereka akan membawakan sejumlah lagu daerah dan lagu Tionghoa yang diaransemen musik tradisional," ujarnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.