Sabtu, 20 Jun 2026 02:22 WIB

Ardio Ditemukan Tewas di Kemlagi Mojokerto, Polisi Periksa Tiga Orang

Proses evakuasi mayat Ardio di bawah Jembatan Gumul, Kemlagi, Mojokerto
Proses evakuasi mayat Ardio di bawah Jembatan Gumul, Kemlagi, Mojokerto

jatimnow.com - Polisi masih berupaya mengungkap teka-teki penyebab tewasnya Ardio Wilian Oktaviano (12). Apalagi mayat Ardio ditemukan puluhan kilometer dari rumahnya, yaitu di bawah Jembatan Gumul, Desa Mojorejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Ade Warokka menyebut, timnya sudah memeriksa tiga orang yang diduga mengetahui penemuan mayat Ardio pada Kamis (30/1/2020).

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Kami sudah memeriksa dua orang pria dan satu orang perempuan. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan menelusuri beberapa tempat yang dekat dengan rumah korban," ungkap Ade Warokka, Jumat (31/1/2020).

Ade belum bisa memastikan penyebab kematian Ardio. Sebab selain masih menunggu hasil autopsi, ia dan timnya juga masih berupaya menyisir jalan yang mungkin dilewati Ardio dari rumah neneknya di Dusun Ketemas, Desa Ketemasdungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, hingga ke TKP penemuan mayatnya.

"Penyisiran juga terus kami lakukan untuk mencari alat bukti petunjuk," tutur mantan Kasatreskrim Polres Bondowoso ini.

Baca juga:  

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Dan hingga hari ini, Ade juga belum bisa menyimpulkan apa yang menjadi pemicu korban hingga sampai di lokasi penemuan mayatnya tersebut. Apalagi selama ini, korban hanya tinggal bersama neneknya, setelah kedua orangtuanya, yaitu Iwan (36) dan Siti Asiyah (35), bercerai.

Sementara itu, Miskah (55) nenek Ardio menyebut bahwa cucu pertamanya itu tidak kunjung kembali ke rumahnya sepulang les. Saat itu, cucunya hanya berpamitan untuk bermain gangsing di rumah tetangganya yang jaraknya hanya sekitar 15 meter.

"Mainnya di depan sana setelah pulang les. Dia main sama temannya, Islah, Ilil dan Ijul. Mainnya ya gak pernah jauh hanya sekitar sini saja," ungkap Miskah saat ditemui di rumahnya.

Baca Juga: Mayat Bersimbah Darah Ditemukan di Simokerto Surabaya, Polisi: Kaitan Asmara

Setelah mendengar ada mayat remaja di Jembatan Gumul, Miskah bersam ayah Ardio mendatangai TKP. Begitu pula ketika mendatangi rumah sakit, tempat jasad cucunya itu disimpan.

Menurut Miskah, ayah Ardio saat ini sudah menikah lagi dan menjadi petani di Mojokerto. Sedangkan ibu Ardio, juga sudah menikah lagi dan bekerja di Batam. Sesekali kedua orangtua Ardio menengok anaknya tersebut di rumahnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.