Senin, 22 Jun 2026 07:57 WIB

Cerita Sebelum Ardio Ditemukan Tewas di Kemlagi Mojokerto

Miskah menunjukkan foto semasa hidup Ardio, cucunya yang mayatnya ditemukan di bawah Jembatan Gumul, Kemlagi, Mojokerto
Miskah menunjukkan foto semasa hidup Ardio, cucunya yang mayatnya ditemukan di bawah Jembatan Gumul, Kemlagi, Mojokerto

jatimnow.com - Autopsi terhadap jasad Ardio Wilian Oktaviano (12), selesai dilakukan. Ardio yang mayatnya ditemukan di bawah Jembatan Gumul alas jati Desa Mojorejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, itu sudah dimakamkan.

Selama ini, Ardio hidup bersama Miskah (55) neneknya di Dusun Ketemas, Desa Ketemasdungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Ardio dirawat Miskah setelah kedua orangtuanya berpisah.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Dio (Ardio) cucu pertama saya. Dia ikut saya sejak kecil setelah kedua orangtuanya bercerai," tutur Miskah saat ditemui di rumahnya, Jumat (31/1/2020).

Sebelum dirawat Miskah, Dio dirawat oleh buyutnya. Dan setelah buyutnya meninggal, barulah Dio dirawat Miskah. Dio merupakan putra dari pasangan Iwan (36) dan Siti Asiyah (35). Bagi Miskah, cucunya itu sosok anak yang baik dan tidak pernah bertengkar dengan teman-temannya.

Baca juga:  

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Anaknya ya baik tidak pernah tengkar sama teman-temannya. Kalau main ya sekitar sini tidak pernah jauh," jelas Miskah sambil menggerutu agar orang yang mengajak cucunya itu segera tertangkap.

Miskah menambahkan, ibunda Dio saat ini sudah berkeluarga lagi dengan orang Blitar dan bekerja di Batam. Sedangkan ayah Dio sebagai petani di Dusun Sumbersari, Desa Badung, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

"Dio dan ibunya ketemu dua kali sejak ikut saya. Ketemunya tanggal 30 Desember 2019 ketemu di sini (rumah) dan tanggal 16 Januari 2020 kemarin diajak ke Blitar didampingi budenya ini," tuturnya.

Baca Juga: Mayat Bersimbah Darah Ditemukan di Simokerto Surabaya, Polisi: Kaitan Asmara

Dio yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar negeri (SDN) Ketemasdungus kelas IV itu seharusnya kelas VI. Namun Dio tidak naik kelas dua kali.

Sebelumnya beredar kabar bahwa Dio dibawa oleh seorang pengendara motor tak dikenal saat bermain di dekat rumah neneknya bersama dua temannya. Namun kabar itu masih simpang siur dan belum ada satupun pihak yang membenarkan, termasuk kepolisian.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.