Selasa, 16 Jun 2026 02:53 WIB

Melihat Warga Berburu Kepompong Ulat Jati di Tulungagung

Seorang warga Tulungagung menunjukkan kepompong ulat jati hasil buruannya
Seorang warga Tulungagung menunjukkan kepompong ulat jati hasil buruannya

jatimnow.com - Puluhan warga di Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, beramai-ramai berburu kepompong ulat jati, di area hutan jati Lok Songo. Selain bisa dimasak sebagai lauk, kepompong ini juga bernilai jual cukup tinggi.

Salah satu warga pencari kepompong ulat jati Rantun (56), mengatakan, harga kepompong itu mencapai Rp 90 ribu per kilogram. Setiap harinya, ia dan para tetangganya mencari kepompong tersebut mulai pagi hari.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Menurutnya, kepompong ulat jati ini hanya muncul satu tahun sekali. Kepompong itu bisa didapat di bawah pohon jati.

"Kepompong biasanya bersembunyi di balik dedaunan pohon jati kering, kita mencarinya harus teliti dan jeli," ujar Rantun, Senin (20/1/2020).

Sejumlah warga mencari kepompong ulat jati di TulungagungSejumlah warga mencari kepompong ulat jati di Tulungagung

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Warga sudah mengenali ciri-ciri dan keberadaan kepompong ulat jati ini. Mereka menggunakan daun jati sebagai penanda munculnya kepompong tersebut. Jika daun jati habis dimakan ulat, warga mulai mencari kepompong.

"Kalau lebih dari lima hari kepompong sudah berubah menjadi kupu-kupu dan tidak bisa dikonsumsi lagi," jelasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Kepompong ini dipercaya mengandung gizi tinggi berupa protein, mineral, vitamin dan karbohidrat. Warga biasa mengonsumsinya dengan cara dimasak oseng-oseng, sebagai lauk pendamping nasi putih. Selain dikonsumsi sendiri, warga juga kadangkala menjualnya.

"Bahkan ini tadi sudah mendapat pesanan untuk mencarikan kepompong ulat jati," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.