Rabu, 17 Jun 2026 18:51 WIB

Penerima Bantuan Iuran Daerah di Tulungagung Tak Semua Tercover

Penerima Bantuan Iuran Daerah di Tulungagung tak semua tercover akibat iuran BPJS naik
Penerima Bantuan Iuran Daerah di Tulungagung tak semua tercover akibat iuran BPJS naik

jatimnow.com - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang berlaku tahun ini, berdampak pada alokasi anggaran Dinas Kesehatan Tulungagung. Alokasi anggaran untuk peserta BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID), tidak semua bisa tercover.

Anggaran yang seharusnya bisa untuk mengcover 65 ribu jiwa, hanya bisa digunakan untuk mencover 40 ribu jiwa saja. Dana tersebut juga diperkirakan akan habis pada pertengahan tahun ini.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung Bambang Triono mengakui, hingga saat ini masih banyak warga dari keluarga miskin yang belum tercover. Hanya saja, imbas dari kenaikan iuran BPJS ini membuat jumlah penerima PBID 2020 ini terbatas.

"Awalnya anggaran yang dialokasikan itu untuk mengcover 65 ribu jiwa. Akan tetapi adanya peningkatan iuran, yang awalnya Rp 25.500 menjadi Rp 42 ribu mungkin hanya bisa mengcover sekitar 40 ribu jiwa saja," ujar Bambang, Jumat (17/1/2019).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Anggaran PBID ini bersumber dari dua sumber dana, yaitu pajak rokok sebesar Rp 11,2 miliar dan dana bagi hasil cukai dan tembakau (DBHCT) sebesar Rp 4 miliar. Dengan kondisi tersebut, dimungkinkan klaim dari peserta PBID pada 2020 meningkat dua kali lipat.

"Dana yang ada saat ini kemungkinan habis pada bulan Juli sampai Agustus," jelasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Namun, Pemkab Tulungagagung tetap berkomitmen untuk menutup subsidi hingga akhir Tahun 2020 melalui perubahan anggaran keuangan (PAK). Pemkab Tulungagung juga akan menjalin perjanjian kerjasama dengan BPJS Kesehatan, terkait pembayaran iuran untuk PBID, untuk memberikan kelonggaran pembayaran, ketika dana PAK masih belum bisa dicairkan.

"Ketika PAK ini turun, semua tunggakan akan langsung dibayarkan, itupun tanpa denda," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.