Minggu, 21 Jun 2026 05:23 WIB

Sederet Upaya Pemkab Ponorogo Antisipasi Banjir hingga Longsor

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo sudah melakukan pemetaan titik-titik wilayah yang berpotensi atau rawan terjadi bencana hidrometeorologi, bencana akibat angin kencang dan hujan.

"Ada 57 titik rawan bencana hidrometeorologi di Ponorogo. Semua sudah kita petakan, kita antisipasi untuk meminimalisir bencana," kata Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Kamis (2/12/2020).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Bupati Ipong menjelaskan, meski titik-titik yang sudah dipetakan sangat rawan, tetapi dari catatan pemkab, bencana yang terjadi tidak masuk dalam kategori membahayakan.

"Seperti longsor di Banaran, itu kan sekali terjadi. Yang lumayan dampaknya adalah banjir. Karena meskipun tidak ada korban jiwa, tapi korban harta tercatat banyak sekali," ungkapnya.

Menurut Bupati Ipong, Pemkab Ponorogo sudah melakukan pengerukan sungai, pemasangan alat Early Warning System (EWS) maupun persiapan personel BPBD untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir maupun longsor.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"EWS kami cek kembali, agar bisa berfungsi seperti sedia kala. Karena memang perlu untuk peringatan dini," tambahnya.

Sementata untuk pendanaan, Bupati Ipong menyebut bahwa dana on call untuk tahun 2019 dengan besaran Rp 5 miliar.

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Jawa Timur. Keputusan itu ditetapkan melalui SK No. 188/650/KPTS/013/2019 tertanggal 16 Desember 2019.

Waktu siaga darurat ditetapkan selama 150 hari sejak ditandatangani dan berlaku untuk 37 Kabupaten/Kota. Beberapa di antaranya adalah Kabupaten Ngawi, Pacitan, Madiun, Ponorogo, Magetan, Trenggalek, Blitar, Nganjuk, Bojonegoro, Tuban dan Mojokerto.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.