Minggu, 21 Jun 2026 11:21 WIB

Antusias Warga Tulungagung & Ponorogo Saksikan Gerhana Matahari Cincin

Warga di Ponorogo melihat gerhana matahari cincin
Warga di Ponorogo melihat gerhana matahari cincin

jatimnow.com - Warga Tulungagung melakukan pengamatan terhadap fenomena alam gerhana matahari cincin. Mereka menggunakan kamera handphone yang ditutupi dengan kaca gelap.

Warga menaruh kaca warna gelap di atas kamera handphone mereka. Kamera tersebut kemudian diarahkan langsung ke matahari.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Agar mendapatkan hasil maksimal warga meletakkan dua hingga tiga potong kaca gelap. Kaca tersebut berfungsi sebagai filter seperti yang biasa digunakan oleh fotografer.

"Biar tidak silau juga waktu memfotonya," kata Ketua Lajnah Falakiyah PCNU Tulungagung, Ahmad Mushonif, Kamis (26/12/2019).

Selain menggunakan handphone dengan kaca gelap, mereka juga menggunakan media air di dalam bak. Dalam proses pengamatan ini terlihat separuh bagian matahari tertutup oleh bulan.

Ia meneruskan, sebelum melakukan pengamatan mereka terlebih dahulu menggelar Salat Gerhana. Berbeda dengan salat sunat lainnya, terdapat dua kali rukuk dalam setiap rakaat di ibadah ini.

Setelah salat, khotib kemudian menyampaikan khutbah singkat terkait fenomena gerhana ini.

"Pelaksanaan Salat Gerhana ini sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad," ujarnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Sedangkan di Ponorogo, warga Desa Gandu, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo juga bersama melihat gerhana matahari cincin menggunakan kacamata khusus.

"Ini harus memakai kacamata khusus, biar matanya tidak sakit," kata Fairus salah satu warga.

Ia mengaku melihat fenomena gerhana matahari sudah lama.

"Terakhir 2016 lalu kalau tidak salah. Lihatnya juga pakai kacamata juga," terangnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Tim Laboratorium Falak Watu Dakon Observatory, Novi Fitria mengaku melakukan pengamatan dan penelitian dan tidak terbuka untuk umum.

"Tujuannya untuk penelitian karena perhitungan astronomi macam-macam. Mulai dari fase awal sampai akhir jadi kita mulai coba untuk meneliti metode mana yang paling pas," katanya.

Untuk Ponorogo, kontak awal gerhana pukul 10.59 Wib dan puncaknya pada pukul 12.51 Wib.

"Gerhana kali ini di Ponorogo hanya 65 persen," ujarnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.