Senin, 22 Jun 2026 12:54 WIB

MUI Jatim Imbau Kepala Daerah dan Umat Islam Tak Ucapkan Selamat Natal

Sekretaris MUI Jatim,M Yunus
Sekretaris MUI Jatim,M Yunus

jatimnow.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk tidak mengucapkan selamat Hari Raya Natal. Imbauan ini juga berlaku bagi kepala daerah, hingga Presiden maupun Wapres yang muslim.

"Ucapan Natal ini kan perayaan lahirnya anak Tuhan, karena ini masuk wilayah akidah. Ketika kita mengucapkan selamat kepada peringatan itu, sama saja kita memberi selamat atas lahirnya putra Tuhan," kata Sekretaris MUI Jatim M Yunus, Sabtu (21/12/2019).

Baca Juga: Lita Machfud Arifin Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif Jawa Timur 2026

Menurut Yunus, larangan mengucapkan Natal berlaku bagi semua umat Islam. Katanya, ketika seorang muslim mengucapkan selamat Natal, maka akidahnya akan rusak.

"Larangan itu (mengucapkan selamat Natal) berlaku bagi siapa saja, tidak ada perkecualian," tegasnya.

Di Indonesia, banyak kepala daerah seperti bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota yang muslim. Presidennya juga muslim, bahkan wakil presiden juga kiai atau ulama besar.

Menurut Yunus, persoalannya bukan dilarang atau tidak dilarang kepala daerah hingga pemimpin negara ini mengucapkan selamat Natal.

"Tapi kalau pemimpin itu sadar dan faham atas konsekuensi secara akidah dari ucapan itu, harusnya lebih berhati-hati dan mampu menahan diri," tuturnya.

Baca Juga: Survei BI Mei 2026: Indeks Keyakinan Konsumen Jatim Lampaui Nasional

Ia menyarankan kepada pemerintah untuk menunjuk pejabat yang seiman untuk mengucapkan selamat kepada umat Kristen yang merayakan natal.

"Kepemimpinan itu tidak tunggal, tidak perseorangan, ada sekretaris, ada strukturnya. Kementerian Agama misalnya, kan ada binmas agama-agama lain," katanya.

Baca Juga: Ketua MUI: Program MBG Mulia, Kekurangan Harus Diperbaiki Bukan Dihentikan

"Kalau misal dia (Menteri Agama) hati-hati, dia akan memerintahkan binmas agama lain yang merayakan Natal untuk mengucapkan selamat," terangnya.

Yunus juga mengingatkan kepada umat muslim untuk memahami makna toleransi secara baik dan benar. Serta saling menghormati perbedaan beragama.

"Ketika orang tidak mengucapkan selamat natal dan tidak menggunakan atribut perayaan, itu tidak bisa disebut intoleran. Kalau itu dipahami dengan baik, tidak akan kita jumpai sweeping," jelasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.

Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dua pengendara motor tewas tenggelam usai tercebur ke Waduk Kalimati, Prambon, Sidoarjo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad keduanya pada Senin dini hari.

Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

Implementasi program nasional tersebut ke depan tetap memerlukan pembenahan yang matang di tingkat daerah maupun pusat.

Aksi Basuh Kaki Orang Tua, Pramuka Sukolilo Surabaya Pecahkan Rekor MURI

1.352 Pramuka Sukolilo dilantik sebagai Pramuka Garuda dan memecahkan dua Rekor MURI melalui aksi pembasuhan kaki orang tua dan semafor massal.