Rabu, 17 Jun 2026 17:56 WIB

Ini Alasan Pemasangan Spanduk Penolakan 'Hotel Mayat' di Sidoarjo

Warga melintas di spanduk penolakan pembangunan rumah jenazah di Ketegan Sidoarjo
Warga melintas di spanduk penolakan pembangunan rumah jenazah di Ketegan Sidoarjo

jatimnow.com - Spanduk penolakan pembangunan 'Hotel Mayat' bertebaran di lingkungan RT 13 RW 3 Ketegan, Sidoarjo.

Sedikitnya 8 spanduk berisi penolakan warga atas pembangunan rumah duka untuk tempat penyimpanan dan pembakaran mayat yang berada di Kelurahan Ketegan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Baca juga: Spanduk Penolakan Hotel Mayat Terpasang Dekat Pintu Gerbang Tol Waru

Untuk lokasi pembangunan sendiri berada di sebelah persawahan. Di salah satu alat berat bertuliskan Tata Bumi Raya selaku pihak kontraktor pembangunan rumah duka tersebut.

Tulisan spanduk diantaranya 'Jangan Bangun Rumah Mayat di Lingkungan Kami RT 13 RW 3 Ketegan, Karena Kami Akan Menolak Sampai Kapan pun'.

Pembangunan rumah duka itu hingga kini menjadi pro dan kontra di antara para warga Ketegan.

Yusuf, salah satu warga Ketegan membenarkan jika warga ada yang menolak dan mendukung pembangunan tersebut.

Ia menyebut, pembangunan rumah duka dikerjakan sejak akhir Desember 2018 dan hingga kini pembangunannya telah mencapai 50 persen.

"Pokoknya ada yang pro, ada yang kontra," katanya, Selasa (17/12/2019).

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Menurutnya, bukan tanpa alasan warga menolak pembangunan rumah duka tersebut. Mereka mengaku takut akan limbah yang dihasilkan dari rumah duka dan perasaan takut untuk dihantui atas jenazah yang akan ditempatkan di tempat tersebut.

"Warga yang menolak beralasan karena mereka takut limbah dan takut dihantui," ujarnya.

Saat rapat dengan pihak pengembang, warga yang tidak setuju telah mengajukan kompensasi dari pembangunan rumah duka tersebut.

"Diantaranya fasilitas karang taruna dan fasilitas kerja," tandasnya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Chairman PT Tata Bumi Raya, Jamhadi saat dihubungi mengatakan dirinya tidak bersedia menanggapi adanya penolakan warga terhadap pembangunan rumah duka tersebut. 

"Saya tidak bisa mengomentari itu karena saya hanya kontraktor. Saya kurang paham. Saya sedang banyak tamu," jawab Jamhadi.

Sebelumnya, spanduk berwarna kuning terpasang di pinggir jalan tol dekat Pintu Gerbang Tol Waru arah Sidoarjo.

Tulisan nyeleneh pada spanduk itu sontak menjadi perhatian sejumlah pengguna jalan tol yang tengah melintas.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.