Minggu, 21 Jun 2026 10:55 WIB

Jeritan Keluarga Bayi Tanpa Lubang Anus di Mojokerto Terjerat Rentenir

Risky Junianto menggendong putranya yang mengalami kelainan tidak memiliki anus
Risky Junianto menggendong putranya yang mengalami kelainan tidak memiliki anus

jatimnow.com - Naufal Putra Aditya, bayi yang mengalami kelainan tidak memiliki anus atau Atresia Ani, diketahui belum memiliki asuransi kesehatan BPJS dan belum terdaftar Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Putra pasangan Risky Junianto (25) dan Nanik Mariyati (34) ini lahir dengan bantuan seorang bidan di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto pada Rabu (6/11/2019) lalu.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Baca juga:  Kasihan, Bayi di Kota Mojokerto ini Lahir Tanpa Lubang Anus

Keesokan harinya, Naufal diantarkan ke bidan tersebut karena demam dan tidak mau minum ASI ibunya bahkan sempat muntah.

"Saat diperiksa itu, Naufal diketahui tidak punya anus atau Atresia Ani," kata Nanik saat ditemui dirumahnya Lingkungan Randegan RT 4 RW 2, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Selasa (10/12/2019).

Naufal dibawa ke RSU Dr Soetomo Jumat (8/11) siang hari. Malamnya putra pertama dari Risky dan Nanik ini menjalani operasi pembuatan lubang untuk bisa buang air besar sementara.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Biaya operasi di RSU Dr Soetomo habis Rp 13 juta dan lewat jalur umum. Biaya lahiran Rp 1,5 juta dan perawatan anak di RSUD RA Basuni Gedeg Rp 2 juta. Tidak ada bantuan atau asuransi BPJS karena dulu waktu mau mengurus istri saya sakit," ungkap Risky Junianto.

Ia terpaksa meminjam uang Rp 13 juta kepada rentenir. Dirinya harus mengembalikan uang pinjaman itu pada Minggu (22/12/2019) dengan bunga Rp 400 ribu setiap Rp 1 juta.

"Saat ini kami sekeluarga bingung untuk mengembalikan uang yang kami pinjam. Kalau tidak segera dikembalikan bunganya terus membengkak. Pendapatan saya juga tidak menentu, kadang Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta. Selama ini total biaya yang kami keluarkan Rp 20 juta termasuk tranportasi," ujarnya.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Ia juga harus menanggung biaya membeli kantong kolostomi Naufal yang membutuhkan rata-rata 2 buah untuk menampung kotoran air besar selama 6 bulan ke depan.

"Kami akan mengurus BPJS kesehatan mandiri agar saat Naufal operasi nanti tidak makan biaya besar," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.