Senin, 15 Jun 2026 20:50 WIB

Kesaksian Kernet & Penumpang Bus Rombongan Guru yang Terjun ke Jurang

  • Penulis : CF Glorian
  • | Sabtu, 07 Des 2019 14:10 WIB
Pemasangan garis polisi di lokasi bus yang mengalami kecelakaan di Blitar
Pemasangan garis polisi di lokasi bus yang mengalami kecelakaan di Blitar

jatimnow.com - Bus Fabian Anugrah Trans yang mengangkut rombongan guru dan kepala sekolah TK Tulungagung dengan nopol AG 7555 UR mengalami kecelakaan dan terjun ke bawah jurang di kawasan Kali Kesamben, Blitar.

Baca juga:  

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Muhammad Tantowi Anas, kernet bus menceritakan awalnya kendaraan berjalan dengan kecepatan sedang dari arah barat ke timur.

Saat berada di lokasi kejadian, bus mengurangi kecepatan untuk menghindari truk rusak yang berhenti di tepi jalan.

"Itu jalannya agar turun kan sebelum lokasi, saya sudah ingatkan sopir. Pak pelan ada truk rusak, terus kecepatan dikurangi. Terus itu ada sepeda motor di depan bus mendadak belok ke kanan. Sopir reflek banting ke kanan," kata Anas, Sabtu (7/12/2019).

Ia melanjutkan, jarak antara bus dan sepeda motor sangat dekat kurang dari dua meter. Sehingga saat sopir banting ke kanan langsung menabrak sepeda motor lalu terjun ke jurang di sebelah selatan jalan.

Bus tersebut, lanjut Anas, berangkat dari Tulungagung menuju Pasuruan sekitar pukul 05.00 Wib. Rombongan guru dan kepala TK Tulungagung itu hendak berwisata ke Kampung Kurma di Pasuruan.

Saat perjalanan dimulai, Anas sebagai kernet bus duduk paling depan di sisi sebelah kiri. Ia sudah mengingatkan sopir untuk mengurangi kecepatan laju bus.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Kejadiannya sangat cepat mas. Semua tidak ada yang bisa keluar. Tiba-tiba saya sudah tengkurap di dashboard bus depan," ujarnya.

Akibat kejadian itu, Anas mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh. Lukanya berada di kaki kiri, lengan kanan dan kiri serta luka robek di bagian dagunya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Siti Masitoh salah seorang guru yang ikut di dalam rombongan bus ini. Saat kejadian ia sedang duduk di bagian belakang bus.

Ketika bis mulai banting kanan, ia reflek memegang kursi di depannya, namun ia terpental dan mengalami pendarahan di hidung dan mulutnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Penumpang bus berisi 49 orang. Saya duduk di bagian belakang bus," katanya.

Kecelakaan bus tersebut mengakibatkan 4 orang guru dan seorang pengendara motor tewas di lokasi. Para korban tewas saat ini berada di ruang jenazah RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Korban luka maupun selamat saat ini dirawat di Puskesmas Kesamben dan RS Wafa Husada. Polisi saat ini sedang melakukan olah TKP dan memasang police line di sekitar tempat kejadian.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.