Sabtu, 13 Jun 2026 10:57 WIB

Pengakuan Atlet Senam yang Dipulangkan Akibat Isu Tak Perawan

Shalva Avrila Sania (kiri) saat ditemui di rumah di  Kelurahan Lirboyo, Kota Kediri
Shalva Avrila Sania (kiri) saat ditemui di rumah di Kelurahan Lirboyo, Kota Kediri

jatimnow.com - Shalva Avrila Sania, atlet cabang olahraga senam artistik yang dipulangkan dari pelatnas karena isu tidak perawan, akhirnya angkat bicara. Siswa kelas XII sebuah SMA di Gresik ini mengaku sangat kecewa dengan alasan pemulangannya itu.

Selain tidak terbukti secara medis, alasan tersebut memupus tekadnya untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang Sea Games 2019 Filipina. Shalva dipulangkan dua minggu sebelum tim berangkat ke Filipina.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Ditemui di rumahnya di Kelurahan Lirboyo, Kota Kediri, Shalva mengakui jika melanggar disiplin selama pemusatan latihan berlangsung. Sesuai aturan para atlet terkena jam malam, tetapi Shalva pernah melanggarnya. Terkait tuduhan indisipliner, Shalva mengaku sudah mendapatkan hukuman berupa larangan menginap di asrama.

Baca juga: 

"Dan saya mematuhi hukuman tersebut, seharusnya masalah indisipliner sudah selesai karena saya telah menerima hukumannya," ujar Shalva, Sabtu (30/11/2019).

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Saat disinggung mengenai prestasinya yang menurun selama pelatnas, Shava menjelaskan tim pelatih memintanya untuk memainkan dua jenis alat saja saat berlatih. Tim pelatih beralasan hal tersebut untuk menghindari terjadinya cedera sebelum berangkat ke Filipina. Atlet cabang senam lain tetap diminta memainkan empat jenis alat.

"Sebagus apapun, kalau hanya main dua jenis alat saja nilainya tetap kalah dengan yang main empat alat, jadi alasan prestasi menurun untuk mencoret saya sangat tidak tepat," jelasnya.

Pascaperistiwa ini, Shalva mengaku sudah tidak ingin kembali menekuni cabang olahraga senam. Selain dirasa kurang fair, Shalva juga banyak dirugikan dengan isu dirinya tidak perawanan yang berujung pencoretan atas dirinya. Shalva saat ini hanya meminta pengembalian nama baik saja.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

Rencananya, Senin (2/12/2019) Shalva akan ke Surabaya untuk bertemu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk membicarakan masalah ini.

"Saat ini saya fokus untuk cita-cita lain yaitu menjadi polisi," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.