Jumat, 19 Jun 2026 10:49 WIB

One Pesantren One Product, Upaya Pemprov Jatim Bangkitkan Ekonomi

Gubernur kkofifah mengajak pesantren-pesantren NU mendukung dan menguatkan program One Pesantren One Product
Gubernur kkofifah mengajak pesantren-pesantren NU mendukung dan menguatkan program One Pesantren One Product

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama (NU) untuk bersama-sama mendukung dan menguatkan program One Pesantren One Product (OPOP) yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprove) Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat hadir dalam pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Timur dengan tema Konsolidasi Organisasi Percepatan Program Strategis Menuju Satu Abad Nahdhatul Ulama yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid, Kabupaten Probolinggo, Jumat (29/11/2019) malam.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

Forum yang dihadiri oleh para ulama; pengasuh ponpes; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar; Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah; Rois Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Mansyur; Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar dan juga para Ketua PCNU se Jawa Timur itu, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa OPOP digagas dalam rangka membangkitkan ekonomi dari basis pesantren.

"Kami berharap OPOP akan menjadi salah pintu masuk penguatan ekonomi umat terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Program OPOP sejalan dengan arahan Presiden Jokowi dalam rapat tahunan Bank Indonesia, bahwa saat ini yang terpenting adalah membuka seluas-luasnya lapangan kerja," terangnya.

Gubernur Khofifah dalam Muskerwil PWNU Jatim di Ponpes Nurul Jadid, Kabupaten ProbolinggoGubernur Khofifah dalam Muskerwil PWNU Jatim di Ponpes Nurul Jadid, Kabupaten Probolinggo

Untuk mensukseskan program OPOP, Gubernur Khofifah menyebut pemerintah Jawa Timur menggandeng lintas sektor. Mulai BUMN, BUMD hingga sektor privat untuk membantu memberikan pendampingan usaha dan mempermudah penjangkauan permodalan. Juga untuk mengembangkan market akses dari produk-produk yang dihasilkan santri, koperasi pesantren dan juga alumni pesantren.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

"Terutama pendampingan managerial skill para pelaku usaha OPOP kami prioritaskan agar mereka mendapatkannya dari sektor yang kami ajak kerjasama," tambah Gubernur Khofifah.

Program OPOP yang ditarget bisa menghasilkan 1.000 produk unggulan dari ponpes Jawa Timur itu adalah upaya Gubernur Khofifah dalam rangka merevitalisasi Nahdhatut Tujjar atau kebangkitan para pedagang. Dikatakannya, Nahdhatut Tujjar adalah gagasan para ulama sebelum mendirikan NU di tahun 1926.

"OPOP adalah upaya kita merevitalisasi Nahdhatut Tujjar. Karena PR (pekerjaan rumah) kita saat ini adalah mengatasi kemiskinan dan ketertinggalan," jelas Gubernur Khofifah.

Baca Juga: Muktamar NU, Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Karenanya, ia mengajak seluruh pihak, khususnya ponpes untuk turut serta mendukung program OPOP dalam rangka membangkitkan ekonomi Jawa Timur, mengentaskan kemiskinan dan memajukan sektor usaha di pesantren.

Produk OPOP yang akan menyentuh 6000 ponpes se Jawa Timur itu juga menggandeng perguruan tinggi dalam memberikan pendampingan usaha, managemen usaha dan juga inovasi produk. Saat ini juga sudah ada OPOP Training Center yang ada di Universitas NU Surabaya. Yang fungsinya memberikan pendampingan pelaku usaha berbasis pesantren.

Produk usaha yang dikembangkan di OPOP bisa meliputi banyak jenis produk. Mulai makanan dan minuman, kerajinan tangan, fashion dan juga produk digital IT. Semua jenis produk akan dikembangkan agar bisa memiliki daya saing sehingga memberi dampak pertumbuhan ekonomi baik lokal maupun regional serta memperkuat struktur bisnis pada pelaku usaha.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.