Kamis, 18 Jun 2026 01:25 WIB

Para Difabel Dilatih Fotografi Produk untuk Kembangkan Usaha

Pelatihan fotografi produk untuk para difabel di Gedung Magister Manajemen Unair, Surabaya
Pelatihan fotografi produk untuk para difabel di Gedung Magister Manajemen Unair, Surabaya

jatimnow.com - Mahasiswa Magister Manajemen (MM) Universitas Airlangga memberi beberapa pelatihan untuk para difabel, salah satunya memberi materi fotografi produk, Sabtu (23/11/2019).

"Kebetulan kami juga menyelesaikan Etika Bisnis, kita salah satu CSR, jadi memberikan kontribusi buat komunitas atau masyarakat," kata Ketua Panitia CSR Magister Manajemen Unair Surabaya, Ria Fitriyana.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

Selain pelatihan fotografi, panitia juga memberikan pelatihan UMKM serta pemasaran melalui platform online, sehingga peserta dari para difabel bisa mengembangkan usahanya.

"Setelah memproduksi foto untuk produk-produknya, maka mereka yang ikut latihan bisa belajar memasarkan ke marketplace dan mengembangkan usahanya tersebut," tambah Ria.

Ria menambahkan, panitia bisa memberikan kontribusi ke masyarakat luas, khususnya peserta difabel yang ada di lokasi.

"Jadi CSR MM Unair ini sebagian dari kontribusi MM Unair untuk masyarakat Surabaya umumnya, khususnya target kita komunitas difabel, yang ingin punya usaha ataupun yang sudah punya usaha, mengenalkan mereka ke platform online. Jadi sekarang kan zamannya jualan ke ranah digital," terangnya.

Baca Juga: Dari Kursi Roda, Karya Rajut Disabilitas di Kediri Ini Tembus Pasar Internasional

Sementara, pemberi materi Fotografi Dimas R Pamungkas atau Dimas Bhre menambahkan bahwa memberikan pelatihan pada para difabel merupakan sebuah tantangan.

"Sebenarnya untuk menjelaskan pada teman-teman (difabel) ini memang enak ada workshop untuk fotografinya. Cuma kali ini waktunya hanya singkat, jadi bagaimana step berikutnya adalah editing dan editingnya menggunakan smartphone. Sebenarnya bagaimana teknik foto kemudian editing menggunakan smartphone, jadi mereka bisa melakukan apapun dari apa yang dimiliki. Smartphone yang paling murah, jadi tidak harus dibatasi dengan mahal, harus gini harus gitu, semua itu bisa dilakukan tanpa harus merasa terbatasi," ujar Dimas.

Saat ini, Dimas hanya memberikan pelatihan cukup singkat, karena waktu yang disediakan tidak panjang.

Baca Juga: IWAPI Surabaya Rangkul Anak Disabilitas Lewat Keranjang Lebaran 2026

"Sebenarnya di fotografi itu intinya di pencahayaan. Jadi seandainya saya ajarkan dari awal, pasti saya ajarkan tentang pencahayaan, baru peralatan," tambah Dimas.

Acara ini diikuti para difabel dari tuna rungu. Sebanyak 45 orang difabel itu diberikan pelatihan fotografi, UMKM dan pemasaran platform online, agar mengembangkan usahanya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.