Selasa, 16 Jun 2026 22:29 WIB

Banyuwangi Raih Penghargaan Tertinggi untuk Kabupaten Sehat

Pelayanan kesehatan di Banyuwangi
Pelayanan kesehatan di Banyuwangi

jatimnow.com - Kabupaten Banyuwangi dinobatkan sebagai salah satu Kabupaten Sehat di Indonesia.

Penobatan ditandai dengan diserahkannya Penghargaan Swasti Saba Wistara tingkat nasional 2019 dari Menteri Dalam Negeri kepada Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas di Gedung Kementrian Dalam Negeri, Jakarta pada Selasa (19/11/2019).

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan penghargaan Kabupaten Sehat yang diterima merupakan sebuah kebanggaan bagi daerah.

Menurutnya, penghargaan ini merupakan kategori tertinggi dalam penilaian yang dilakukan Kementrian Kesehatan bersama Kemendagri ini.

"Kami bersyukur atas penghargaan ini. Penghargaan ini jadi penyemangat untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Penghargaan ini bagi kami juga indikator bagaimana pengelolaan lingkungan di Banyuwangi berjalan dengan baik," ujar Bupati Anas.

Kabupaten Sehat kategori Swasti Sabha Wistara ini merupakan penghargaan tertinggi dalam penilaian kabupaten sehat yang meliputi enam komponen tatanan.

Komponen tersebut meliputi kawasan pemukiman dan sarpras sehat; kawasan sarana lalu lintas yang tertib; pelayanan transportasi; kawasan industri dan perkantoran sehat; kawasan pariwisata sehat.

Lalu ketahanan pangan dan gizi serta kehidupan masyarakat sehat yang mandiri.

"Tujuan Banyuwangi menjadi Kabupaten Sehat mutlak diperlukan karena memberikan output berupa kesehatan masyarakat yang semakin baik dan meningkat. Kalau masyarakatnya sehat, akan berpengaruh pada perkembangan daerahnya," kata Anas.

Ia menjelaskan bahwa kesehatan merupakan prioritas utama dalam pembangunan daerah bersama dengan sektor pendidikan.

Untuk itu, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan warganya dengan melibatkan banyak stake holder.

Inovasi-inovasi di bidang kesehatan terus dikembangkan. Mulai dari layanan jemput bola warga miskin oleh puskesmas hingga Mal Orang Sehat.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

Pemkab melakukan perubahan paradigma terkait fungsi puskesmas agar menjadi Mal Orang Sehat.

"Puskesmas kini harus menjalankan fungsi preventif kesehatan, menjadi jujugan warga untuk menjaga kondisi kesehatan tubuhnya," kata Anas.

"Juga ada Forum Banyuwangi Sehat yang terdiri dari banyak stake holder yang mendampingi pemkab untuk mewujudkan Banyuwangi sebagai Kabupaten Sehat. Perubahan lingkungan juga dilakukan dengan membuat ruang terbuka hijau di banyak kecamatan. Fungsinya tidak hanya mempercantik wajah daerah, namun juga sebagai pusat warga berkumpul dan beraktivitas bersama," lanjutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan pada 2015 Bumi Blambangan memperoleh predikat Swasti Sabha Padapa dengan dua komponen tatanan. Tahun 2017 meraih Swasti Sabha Wiwera dengan empat tatanan.

"Dan kini, tahun 2019 meningkat dapat memenuhi enam tatanan," kata dr Rio, panggilan akrabnya.

Ia menjlentrehkan terkait penilaian tatanan. Pada tatanan kawasan pemukiman sarana dan prasarana umum sehat, penilaian yang dilakukan seperti ketersediaan sarana prasarana kebersihan dan sistem sanitasi lingkungan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Salah satunya program toilet bersih yang telah diterapkan di sekolah-sekolah maupun perkantoran berhasil menambah nilai plus untuk Banyuwangi," ujarnya.

Sedangkan untuk tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, salah satu penilaiannya didasarkan pada tercipta kesadaran pemanfaatan posyandu dan puskesmas sebagai pusat kesehatan masyarakat.

Untuk tatanan kawasan sarana lalu lintas yang tertib, Banyuwangi memiliki inovasi uji kendaraan bermotor berbahan bakar bensin dan solar berbasis IT dan Online.

Selain itu Banyuwangi melakukan pengawasan ketertiban lalu lintas melalui Area Traffic Control System (ACTS), pertama di Jawa Timur.

Sedangkan untuk Pariwisata Sehat salah satu keunggulannya, Banyuwangi telah melatih pengelola wisata untuk penanganan keselamatan pengunjung. Juga ada life guarg profesional di setiap destinasi Pantai.

"Pada tatanan Ketersediaan Pangan dan Kondisi masyarakat, Banyuwangi dinilai memiliki stok pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan warganya sementara untuk tatanan ketersediaan air bersih, IPAL dan Jamban, Banyuwangi dinilai sudah memenuhi standar ditambah dengan penetapan daerah bebas ODF menjadi nilai tambah," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.