Selasa, 16 Jun 2026 03:47 WIB

BPJS Kesehatan Tulungagung Menunggak Pembayaran Rp 119 Miliar

Aktivitas di Kantor BPJS Tulungagung
Aktivitas di Kantor BPJS Tulungagung

jatimnow.com - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Tulungagung menunggak klaim pembayaran ke 15 rumah sakit dan faskes serta klinik yang berada di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan.

Klaim pembayaran yang belum terbayar itu mencapai Rp 119 miliar. Mereka mulai menunggak pembayaran klaim sejak akhir bulan Juli 2019. Adanya pengeluaran yang tidak diimbangi dengan pendapatan iuran peserta BPJS Kesehatan menjadi penyebabnya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, M Idan Aries Munandar menjelaskan kondisi ini hampir terjadi merata di seluruh Indonesia. Jumlah total peserta BPJS Kesehatan di wilayah Cabang Tulungagung mencapai Rp 1,3 juta lebih.

Dengan perincian dari Tulungagung sebanyak 597.194 peserta atau masih 53,8 persen, Kabupaten Trenggalek 445.208 peserta atau masih 59,4 persen dan Pacitan sebanyak 337.454 peserta.

"Antara pengeluaran dan pendapatan sangat tidak imbang bagaikan langit dan bumi," ujar Aries, Selasa (19/11/2019).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

BPJS Kesehatan Tulungagung menyarankan ke rumah sakit untuk melakukan skema supplay chain financing. Rumah sakit akan meminjam uang ke sejumlah bank yang telah ditunjuk, sesuai besaran klaim BPJS Kesehatan yang belum terbayar.

Mereka bisa meminjam dengan menjaminkan klaim BPJS Kesehatan. Nantinya jika klaim tersebut telah dibayar, otomatis akan dipotong oleh pihak bank. Terdapat 4 bank yang bisa melayani skema ini yakni BNI, BRI, Mandiri dan Bank Syariah Mandiri.

"Melalui skema ini, operasional rumah sakit tidak akan terganggu dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa terus berjalan," imbuhnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Aries mengaku tidak tahu pasti kapan klaim tersebut akan dibayarkan. Hingga saat ini mereka masih menunggu hasil keputusan pusat, terkait masalah defisit. Mereka juga berharap adanya penyesuaian tarif baru yang berlaku mulai tahun depan, bisa membantu menutupi defisit tersebut.

"Kita masih menunggu bagaimana hasil keputusan BPJS Kesehatan pusat," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.