Jumat, 19 Jun 2026 20:56 WIB

Diisukan Sebagai Dukun Santet, Seorang Pria di Lumajang Tewas Dibunuh

Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Seorang kakek bernama Mursam (64), warga Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, dibunuh orang tidak dikenal. Ia dibunuh diduga setelah diisukan sebagai dukun santet.

"Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang kami lakukan, ditemukan adanya dua luka yang ada di tubuh korban," kata Ketua Tim Cobra Polres Lumajang, AKP Hasran, Senin (18/11/2019).

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

Hasran yang juga Kasatreskrim Polres Lumajang ini menambahkan, korban mengalami luka akibat senjata tajam di bagian leher dan pundak sebelah kiri. Korban diduga meninggal di lokasi kejadian setelah dibunuh oleh pelaku.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menyebut, korban dibunuh karena isu dukun santet dan sebagian besar warga Desa Kalidilem meyakini bahwa korban memiliki ilmu hitam.

"Dugaan itu bermula dari empat tahun lalu berdasarkan cerita warga, korban pernah menginap di beberapa tempat dan saat menginap di rumah warga, pemilik rumah selalu meninggal dunia," tutur Arsal.

Saat korban Mursam tinggal di rumah tetangganya bernama H. Ismail, tak berselang lama H. Ismail meninggal dunia. Keluarga H. Ismail mengusir Mursam dari rumah duka.

Kemudian Mursam sempat tidur di gubuk penarikan amal, tetapi ia memutuskan untuk menumpang di rumah H. Husen di Kalidilem selama enam bulan. Tiba-tiba pemilik rumah meninggal dunia dan setelah 40 hari meninggalnya Husen, Mursam pun akhirnya meninggalkan Desa Kalidilem.

"Setelah diusir oleh warga Desa Kalidilem, setelah 4 tahun, Mursam pun kembali ke desa tersebut karena ada kerabatnya yang meninggal dan setelah mengikuti tahlilan di malam hari, korban begadang dengan beberapa warga dan pamit ke belakang untuk ke kamar mandi, tapi Marsam tidak kembali," bebernya.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Mursam ditemukan tewas di tengah jalan desa dekat tempat tahlilan kerabatnya tersebut dengan luka akibat senjata tajam di leher dan pundak sekitar pukul 22.45 Wib, Sabtu (16/11/2019).

"Tidak berselang lama, Tim Cobra Polres Lumajang pun datang ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad korban dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara," ujarnya.

Arsal menambahkan, korban Mursam dibunuh karena isu dukun santet dan sebagian besar warga Desa Kalidilem yakin bahwa korban memiliki ilmu hitam.

"Seharusnya warga tak boleh menghakimi orang lain sebagai dukun santet. Apalagi tidak ada fakta yang konkret yang mengatakan Mursam adalah dukun santet," tegasnya.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

Selain itu, lanjut Arsal, saat ini peradaban sudah sangat maju serta modern, sehingga sudah seharusnya pola pikir masyarakat juga ikut berkembang dan harus sesuai dengan logika.

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.