Senin, 22 Jun 2026 19:41 WIB

Dugaan Penyimpangan Tanah Desa, Warga di Mojokerto Gelar Demo

Warga di Mojokerto demo pertanyakan TKD kepada perangkat desa
Warga di Mojokerto demo pertanyakan TKD kepada perangkat desa

jatimnow.com - Puluhan warga Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto melakukan aksi demo dan meluruk balai desa setempat, Kamis (14/11/2019).

Pendemo mempertanyakan transparansi status Tanah Kas Desa (TKD) Padusan yang dikelola oleh perangkat desa.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Para demonstran juga membawa beberapa tulisan untuk menyuarakan aspirasinya, diantaranya 'Save TKD Padusan', 'Desaku Sarang Koruptor', 'Kami dibodohi Pemerintah desa', 'P Jokowi Brantas Korupsi di Desa Kami', 'Utamakan Kepentingan Masyarakat', dan 'Kami dibutakan Pemerintah desa'.

Sebanyak 10 perwakilan masuk ke balai desa guna untuk melakukan audiensi bersama perangkat desa.

Koordinator aksi, Erwin mengatakan kedatangan warga mempertanyakan kejelasan TKD dengan pihak ketiga yang diduga menjual material batu keluar dari desa.

"Kami sebagai warga menerima tiga laporan jika diduga ada penjualan TKD. Pertama ditukar dengan paving, kedua digiling dan ketiga batu utuh dan lokasi masih di Jombang," kata Erwin.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Selain mempertanyakan TKD, warga menuntut juga kejelasan kejelasan Bumdes dan dugaan pungli terkait tanah yang digunakan untuk ternak ayam.

"Kami juga menanyakan Bumdes, struktur bagaimana dan SK serta tanah yang dikontrak dan difungsikan untuk ternak ayam. Pernyataan dari perangkat desa tidak sesuai dengan fakta," ujarnya.

Menurutnya, tanah kas desa digunakan sebagai apa tidak transparan. Oleh sebab itu warga mempertanyakan status TKD tersebut.

"Kami ini masih mencari kejelasan, untuk apa atau disewakan, karena tidak ada sosialisasi dan koordinasi dari desa," bebernya.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Mojokerto, Winajat menyebut tanah kas desa memang benar kerjasama dengan perusahaan.

"Memang benar ada kerjasama masih berjalan dua minggu. Kami dari komisi I memberi saran agar dievaluasi terkait tuntutan warga karena kurangnya sosialisasi. Tanah TKD ini reklamasi, tidak ada aktivitas jual beli dan mengeluarkan tanah sirtu di sini," katanya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.