Senin, 15 Jun 2026 17:47 WIB

Cerita Hilda saat Tertimpa Reruntuhan Atap SDN Gentong

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 12 Nov 2019 13:36 WIB
Garis Polisi dibentangkan di lokasi ambruknya atap empat ruang kelas SDN Gentong Kota Pasuruan (Foto: Budi Sugiharto/jatimnow.com)
Garis Polisi dibentangkan di lokasi ambruknya atap empat ruang kelas SDN Gentong Kota Pasuruan (Foto: Budi Sugiharto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ambruknya atap empat ruang kelas di SDN Gentong, Kota Pasuruan, membuat para siswa yang terluka trauma. Selain terjadi pada saat kegiatan belajar berlangsung, peristiwa itu juga merenggut nyawa guru dan salah satu siswa.

Salah satu siswa yang terluka yaitu Dina Hilda Handini, murid kelas 5A. Jari kaki kanannya masih diperban, setelah proses operasi tulang akibat tertimpa reruntuhan atap ruang kelas sepekan lalu.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Ambruk di Tulungagung Rencananya Dimulai Agustus Mendatang

Namun, keceriaannya sudah tampak terlihat saat ia mengikuti sesi trauma healing di gedung Madrasah Diniyah (Madin) Al-Ghofuriyah, Selasa (12/11/2019).

"Iya, senang bisa sekolah lagi," ucap bocah 11 tahun ini.

Hilda mengaku tak sabar untuk kembali bersekolah, karena ingin segera mendapat mata pelajaran favoritnya, yaitu Matematika dan SBDP (Seni Budaya dan Prakarya).

"Yang paling saya suka, Matematika dan SBDP," terang siswa yang meraih peringkat tiga ini.

Kaki kanan Hilda masih diperban akibat tertimpa reruntuhan atap ruang kelas SDN Gentong, Kota PasuruanKaki kanan Hilda masih diperban akibat tertimpa reruntuhan atap ruang kelas SDN Gentong, Kota Pasuruan

Hilda pelan-pelan bercerita sebelum petaka itu terjadi. Saat itu, ia dan teman sekelasnya sedang berada di luar kelas, lantaran sedang mengikuti pelajaran olahraga. Karena dahaga melanda, Hilda masuk ke ruang kelas untuk mengambil botol air minumnya.

Baca Juga: Belum Pernah Direnovasi, Bangunan Ruang Kelas SDN di Tulungagung Ambruk

"Saat itu, saya mau ambil botol air minum. Tiba-tiba atapnya runtuh (ambruk)," kisahnya.

Beruntung, reruntuhan atap yang menimpa tubuhnya itu hanya melukai jari kakinya. Tim Dokter RSUD R Soedarsono pun, berhasil membenahi tulang kakinya itu akibat insiden tersebut.

"Sekarang sudah tidak takut lagi," ungkap Hilda.

Saat mengikuti trauma healing, Hilda mengaku bila orangtuanya hanya bisa mengantarnya tanpa mendampinginya. Sebab orangtuanya harus bekerja.

Baca Juga: Indosat Bekali UMKM Pasuruan Strategi Konten Viral dan Optimasi Produk

"Ayah hanya mengantar. Setelah itu berangkat kerja," tambahnya.

Tentunya ini berbeda dengan siswa lain yang masih ditemani oleh orangtuanya saat bersekolah di tempat relokasi gedung Madarasah Diniyah.

Beruntung, tim relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Pasuruan, bersedia memapah Hilda, selama berlangsungnya trauma healing. Baik secara kelompok atau memapah masuk dan keluar kelas.

"Orangtuanya bekerja. Jadi selama Hilda di sini, Tagana yang membantu dan menggendongnya. Kan jarinya masih diperban usai operasi tulang," sambung Solikhan, Relawan Tagana Kota Pasuruan, usai memapah Hilda keluar dari ruang kelas V.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.