Selasa, 16 Jun 2026 16:42 WIB

Atap Dua Ruang Kelas di SDN Dukuh Klopo Jombang Ambruk

Atap dua ruang kelas di SDN Dukuh Klopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang ambruk
Atap dua ruang kelas di SDN Dukuh Klopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang ambruk

jatimnow.com - Atap dua ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dukuh Klopo di Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang ambruk, diduga karena sudah lapuk dimakan usia.

Kepala SDN Dukuh Klopo Trimiati mengatakan, ketika atap bangunan itu ambruk, tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM), lantaran peserta didik sedang libur. Apalagi ruang kelas itu sudah lama tidak digunakan dalam KBM.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Tidak ditempati sudah dua tahun karena sudah rusak dan sebagian hampir ambruk," kata Trimiati kepada wartawan, Senin (11/11/2019).

Dua ruang kelas yang atapnya ambruk itu ruang kelas 2 dan kelas 5. Sementara, siswa dua kelas itu melaksanakan kegiatan belajar mengajar di musala dan ruang perpustakaan.

"Kami kosongkan, khawatir anak-anak lalu lalang dan takut menyebabkan cedera atau kejadian yang tidak diinginkan," jelasnya.

Selanjutnya, murid kelas 2 dan 5 itu akan melaksanakan KBM di kelas dengan cara bergantian dengan murid kelas lainnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Hari ini belajar di musala karena berhimpitan dan ada orang bersih-bersih. Besok akan kembali di kelas dengan cara bergantian dengan yang lain," tukas Trimiati.

Pihak sekolah sudah lama mengajukan permohonan perbaikan dua ruang kelas yang rusak itu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

"Teman-teman (kepala sekolah sebelumnya) sudah mengajukan. Bulan Oktober 2019 kemarin terakhir saya mengajukan," bebernya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Agus Purnomo menjelaskan, kondisi ruang kelas yang rusak, memang mengakibatkan kegiatan belajar mengajar terganggu.

"Ini sudah lama tidak digunakan. Kami lihat dulu kegunaan bangunan ini. Nanti akan segera diperbaiki," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.