Rabu, 17 Jun 2026 19:12 WIB

Tim DLH Ambil Sampel Sungai Tercemar Diduga Usus Ayam di Mojokerto

Sungai Ledeng di Dusun Sememi, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto yang tercemar
Sungai Ledeng di Dusun Sememi, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto yang tercemar

jatimnow.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto menerjunkan tim untuk meneliti tercemarnya Sungai Ledeng di Dusun Sememi, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari. Dugaan sementara, sungai itu tercemar limbah usus ayam yang dibuang oknum pengusaha keripik usus.

Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin mengatakan, untuk masalah sungai, pihak yang berwenang adalah BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai).

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Kalau sungai itu kewenangannya BBWS. Namun kami bisa melakukan penindakan jika ada laporan. Laporannya kalau tidak bisa tertulis bisa lewat SMS, telepon dan berita. Kayak berita di sumber air di Ngoro itu, kami terjunkan tim," terang Didik saat dihubungi jatimnow.com, Kamis (7/11/2019).

Didik menambahkan, dirinya sudah memberikan perintah stafnya turun ke Sungai Ledeng untuk mengambil sampel air agar bisa diuji laboratorium di Kantor DLH Kabupaten Mojokerto.

Baca juga:  Sungai di Mojokerto Tercemar, Diduga Akibat Limbah Usus Ayam

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"SOP-nya, nanti kalau tim sudah turun dan mengambil sampel, akan kami uji dan teliti di laboratorium kami untuk mengetahui kandungan pencemarannya," jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto ini menambahkan, dirinya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar segera membersihkan Sungai Ledeng yang mengeluarkan bau busuk, yang sudah mencemari sumber mata air itu.

"Kami akan koordinasi dengan TNI Polri dan berbagai relawan untuk segera membersihkan. Yang penting adalah menyentuh warga dan masyarakat agar punya kesadaran tidak membuang sampah dan limbah ke sungai. Sejak kecil harus kita ajarkan kesadaran itu," tukasnya.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Dari data yang diterima DLH Kabupaten Mojokerto, ketidakpedulian masyarakat terhadap sungai cukup besar sehingga tercemar.

"Sebanyak 80 persen sungai tercemar dan 72 persen orang tidak punya kepedulian terhadap sungai. Kalau kita ambil sampah di sungai dalam sekejap, bisa bersih, tapi sampai kapan bertahan. Kami harus mengubah perilaku agar orang sadar tidak buang di sungai," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.