Sabtu, 20 Jun 2026 04:44 WIB

Sindikat Pencuri Barang Swalayan Antar Kota Diringkus di Tulungagung

Kapolsek Ngunut Kompol Siti Nurinsana Natsir membeberkan barang bukti dan para pelaku
Kapolsek Ngunut Kompol Siti Nurinsana Natsir membeberkan barang bukti dan para pelaku

jatimnow.com - Sindikat pencurian spesialis barang swalayan asal Jakarta, diringkus Tim Unit Reskrim Polsek Ngunut, Polres Tulungaggung. Dari lima anggota sindikat yang ditangkap, dua di antaranya masih di bawah umur.

Dari lima pelaku, tiga pelaku dewasa yaitu Deni Supriyanto (32) dan Rinata (21), keduanya warga Tanah Abang, Jakarta Pusat, serta Muhammad Jailani (35) warga Petamburan, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kapolsek Ngunut Kompol Siti Nurinsana Natsir menyampaikan, sindikat pencurian di swalayan ini terbongkar setelah pemilik swalayan mengetahui aksi para pelaku melalui kamera CCTV. Pemilik menyuruh seluruh karyawannya untuk keluar swalayan dan menutup pintu masuk sehingga para pelaku tidak bisa keluar.

"Selanjutnya pemilik swalayan menghubungi kami dan kami langsung melakukan penangkapan," ujar Siti, Senin (4/11/2019).

Tim Unit Reskrim Polsek Ngunut yang tiba di swalayan itu, langsung dengan mudah menangkap kelima pelaku. Mereka kemudian menggelandang kelima pelaku ke mapolsek untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, sindikat ini menyewa sebuah mobil dari Jakarta menuju Jawa Timur. Sepanjang perjalanan, sindikat ini beraksi di beberapa kota yang mereka lewati.

Dalam pemeriksaan juga terungkap bawa sindikat ini sudah beraksi di 6 TKP di wilayah Tulungagung serta beberapa TKP di wilayah Pare, Blitar dan Ponorogo. Sindikat ini mengincar sejumlah barang yang dijual di swalayan seperti susu formula, kosmetik dan perlengkapan bayi.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Barang tersebut relatif mudah untuk dimasukkan ke dalam baju yang mereka kenakan," tambah Siti.

Setelah berhasil mencuri, barang curian itu tidak langsung dijual. Mereka mengirimkan barang hasil curian ini ke seorang penadah di Jakarta, melalui jasa pengiriman kereta api. Setiap dua hari sekali, mereka selalu mengirim paket berisi barang curian ke Jakarta. Nantinya penadah akan mentransfer sejumlah uang, yang mereka gunakan untuk kebutuhan operasional sehari hari.

"Termasuk biaya menginap di hotel, sewa mobil dan kebutuhan makan setiap hari," jelasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Atas perbuatanya ini pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara. Sedangkan dua pelaku anak, penyidik masih melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi, untuk diversi.

"Pelaku yang anak-anak ini tidak mempunyai hubungan family dengan anggota lain. Mereka hanya tetangga pelaku yang diajak untuk melakukan tindakan kriminal," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.