Jumat, 19 Jun 2026 19:42 WIB

Bupati Anas Boyong Kades Tiru Pengolahan Sampah di Muncar Banyuwangi

Bupati Anas melihat pengolahan sampah di Kecamatan Muncar
Bupati Anas melihat pengolahan sampah di Kecamatan Muncar

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi bakal memfokuskan penanganan sampah sejak dari desa dengan mencontoh Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Desa Tembokrejo ini terbilang sukses melakukan pengelolahan sampah melalui Badan Usaha milik Desa (BumDes).

Baca Juga: Danantara Indonesia Bentuk Perusahaan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas memboyong puluhan kepala desa dan lurah dari enam kecamatan melihat langsung pengelolaan sampah di Desa Tembokrejo.

Sebab di desa ini, 8.900 rumah tangga yang dulunya sebagian besar membuang sampah ke laut, kini justru mengolahnya di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

"Kemarin, Selasa (29/10) saya mengajak puluhan kepala desa dan lurah untuk melihat langsung bagaimana proses pengolahan sampah di TPST Tembokrejo, Muncar. Mulai pemilahan, pengemasan hingga pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomis," kata Bupati Anas, Rabu (30/10/2019).

Ia mengaku, sengaja mengajak mereka agar mencontoh manajemen pengelolaan sampah yang telah sukses. Tidak hanya menciptakan kebersihan wilayah tapi juga mampu mengubah perilaku warga untuk peduli.

"Dulu di sini paling ruwet masalah sampah, masyarakatnya masih banyak yang membuang sampah ke sungai bahkan laut. Namun, kerja keras dari aparat desa bersama Systemiq, kini perilaku warga mulai berubah drastis. Kesadaran peduli sampah tumbuh pesat," kata dia.

Perubahan tersebut tidak lepas dari peran aktif mantan kepala desa Tembokrejo, Sumarto bersama lembaga Systemiq. Mereka menggeber program STOP (Stopping The Tap On Ocean Plastic).

Selain mengajak warga menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah di laut, mereka juga mendampingi warga mengelola sampah secara profesional.

Program ini telah berjalan sejak bulan April 2018 lalu yang didukung organisasi non-pemerintah (non-governmental organization/NGO) internasional Systemiq yang didanai pemerintah Norwegia dan institusi bisnis Borealis dari Austria.

Baca Juga: Dalam 6 Bulan Terakhir, Produksi Sampah di Tulungagung Capai 20 Ribu Ton

"Awalnya kami banyak diremehkan, namun camat, saya dan Systemiq terus kerja. Sebagai kades saya tak kurang akal, setiap warga yang mengurus administrasi saya wajibkan untuk membayar iuran sampah. Kalau tidak mau, ya saya tidak keluarkan. Pelan-pelan dengan aktif sosialisasi, kini 8.900 warga Desa Tembokrejo telah aktif membayar iuran sampah. Daerah kami pun terlihat bersih," cerita Sumarto.

"Para kades kami minta mencontoh manajemen yang telah dilakukan Desa Tembokrejo dan Systemiq. Program penanganan sampah harus menjadi salah satu prioritas desa yang dianggarkan lewat APBdes," sahut Anas.

"Kami ingin Banyuwangi tidak hanya bersih di kotanya saja, tapi juga didesanya. Untuk itu saya minta para kades untuk memberi perhatian serius," imbuh Anas.

Chief Delivery Officer STOP Project Systemiq, Andre Kuncoroyekti menjelaskan, Systemiq melibatkan BumDes sebagai pengelola sampah. Mereka dilatih mengoptimalkan pengangkutan, pengumpulan, dan pengolahan sampah.

Baca Juga: Kelurahan di Lamongan Cetuskan Pengolahan Sampah Jadi Unit Usaha Kopdes Merah Putih

"Sekarang 100 persen warga sudah dilayani BumDes. Cakupannya sudah mencapai seluruh rumah tangga di Desa Tembokrejo yang berjumlah 8.900 rumah tangga, dari awal yang sebelum kami masuk hanya 400 rumah," jelas Andre.

"BumDes bahkan berhasil menjual sampah yang telah diolah ke Surabaya dan Pasuruan dengan pendapatan Rp 25 juta per bulan," kata Andre.

Di TPST Tembokrejo, sampah dari rumah warga dipilah dan dikelola. Sampah organik dimanfaatkan untuk kompos dan budidaya larva lalat black soldier fly yang memiliki kemampuan mengurai sampah.

Adapun yang nonorganik, dipilah untuk dijual. Sejak April 2018 hingga Februari 2019, jumlah sampah nonorganik yang dijual mencapai 10,4 ton.

"Setelah berjalan setahun, ada perubahan fisik sungai di dekat Pantai Satelit. Tumpukan sampah tidak terlalu banyak," pungkas Andre.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.