Kamis, 18 Jun 2026 16:47 WIB

Penertiban Sumur Sibel di Ponorogo, Ini Langkah Bupati Ipong

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 29 Okt 2019 13:36 WIB
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni

jatimnow.com - Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni akan melakukan kajian atas wacana Dinas Pertanian (Disperta) untuk menertibkan sumur submersible (sibel) dalam mengairi sawah di Bumi Reog.

Bupati Ipong mengaku pihaknya kini tengah melakukan kajian atas beberapa opsi dasar hukum terkait penertiban sumur sibel.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Baca juga: Air Langka, Dinas Pertanian akan Tertibkan Sumur Sibel di Ponorogo

"Untuk sementara, melalui lurah (peraturan desa/perdes) dulu," kata Bupati Ipong, di Gedung Sasana Praja, Selasa (29/10/2019).

Penertiban sumur sibel dikarenakan pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo menerima keluhan dari masyarakat atas sulitnya mendapatkan air bersih dari dalam tanah.

Diduga, cadangan air di dalam tanah banyak disedot oleh sumur-sumur sibel milik para petani. Sumur sibel para petani dianggap terlalu dangkal sehingga mengganggu pemenuhan air dari sumur-sumur milik warga.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Memang perlu aturan main untuk menertibkan kedalaman sumur para petani. Dengan begitu, pemenuhan air antara lahan pertanian dan kebutuhan masyarakat di permukiman tidak saling serobot," ujarnya.

Penertiban tersebut masih dikaji, apakah melalui peraturan bupati (Perbup), atau peraturan daerah (Perda).

"Sementara melalui lurah kami minta untuk diatur, supaya tidak terjadi keributan. Sambil kita siapkan perangkat aturannya, apakah perbup atau perda," jelasnya.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Kementerian Pertanian punya klasifikasi kedalaman sumur. Dikategorikan dangkal ketika kedalaman maksimal 30 meter, sedang antara 30-60 meter, dan dalam lebih dari 60 meter.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.