Rabu, 17 Jun 2026 07:39 WIB

Bapak di Tulungagung Ajak Anaknya Kelas 4 SD Mencuri Uang di SPBU

Pelaku yang mengajak anaknya mencuri uang di SPBU dengan bb televisi yang dibeli dari hasil kejahatan
Pelaku yang mengajak anaknya mencuri uang di SPBU dengan bb televisi yang dibeli dari hasil kejahatan

jatimnow.com - Perbuatan Budi Nur Sri Susetyo (44) warga Kelurahan Kampungdalem, Kabupaten Tulungagung ini tidak patut ditiru.

Pria yang sehari hari bekerja sebagai sopir ini mengajak anaknya yang masih duduk dibangku kelas 4 sekolah dasar (SD), untuk mencuri uang di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Tulungagung.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Rudi Purwanto mengatakan di dalam beraksinya mereka berbagi tugas dengan modus membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU yang dituju.

Bapaknya bertugas mengalihkan perhatian petugas SPBU, sedangkan anaknya bertugas mengambil uang yang disimpan di laci. Disaat petugas SPBU lengah, anaknya berjalan mendekati laci kasir.

"Ketika petugas mengisi BBM anaknya langsung mengambil uang yang disimpan di laci kasir," ujarnya, Sabtu (26/10/2019).

Setelah berhasil mengambil uang, anak tersebut kemudian lari ke arah tersangka yang sudah menunggu di atas sepeda motor. Tersangka kemudian ditangkap di rumahnya, setelah polisi mengantongi bukti cukup.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Salah satunya rekaman kamera CCTV yang merekam aksi pencurian keduanya. Uang dari hasil pencurian ini digunakan untuk nmembeli beragam perabot rumah tangga.

Tersangka juga menggunakan uang tersebut untuk membeli sebuah gerobak, yang digunakannya berjualan gorengan.

"Tersangka membeli beragam perabot rumah tangga seperti televisi dan handphone serta gerobak," ujarnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Tersangka dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Sedangkan untuk anaknya, polisi masih melakukan mediasi dengan Bappas dan Dinas Sosial setempat. Hasil mediasi ini nantinya akan diserahkan ke pangadilan, untuk kemudian diputuskan.

"Tersangka anak sebelumnya sudah pernah terlibat kasus serupa dan dilakukan diversi, namun dalam kasus ini kita masih lakukan mediasi dengan Bappas dan Dinas Sosial," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.