Jumat, 19 Jun 2026 20:15 WIB

Ngaku Polisi, Residivis Rampas Hp dan Uang Tiga Korban di Blitar

  • Penulis : CF Glorian
  • | Rabu, 23 Okt 2019 13:08 WIB
Pelaku ditangkap Polsek Kepanjen Kidul
Pelaku ditangkap Polsek Kepanjen Kidul

jatimnow.com - Muhammad Nizam (37) warga Pare Kediri dibekuk unit Reskrim Polsek Kepanjen Kidul setelah merampas handphone (Hp) dan barang berharga milik tiga korban dengan modus mengaku sebagai polisi. 

"Saya datang lihat ada tiga orang di tengah sawah. Lalu saya tanya sedang apa. Saya belum mengaku polisi, lalu saya ambil handphone dan mencabut kunci sepeda motor terus saya bawa ke pos yang agak terang," kata Nizam, Rabu (23/10/2019).

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Dengan bergaya seperti polisi, Nizam juga menggeledah para korban. Dompet berisi uang Rp 350 ribu juga dibawa oleh pelaku.

Para korban kemudian diminta untuk ke sebuah pos dekat Lapangan Mareno, Kelurahan Bendo, Kota Blitar.

"Pas di pos itu kemudian saya pergi (kabur)," ujar Nixam.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Ketiga korban baru menyadari jika dirinya tertipu setelah pelaku tidak kembali di pos. Korban lalu melapor ke Polsek Kepanjen Kidul.

Nizam juga mengaku dirinya pernah masuk penjara atas kasus yang sama di Madiun dan divonis tujuh tahun penjara. Modus merampas ponsel dengan mengaku sebagai polisi sudah ia lakukan setidaknya tiga kali.

"Dua kali (merampas). Yang ketiga pas ditangkap. Dulu pas SMP saya pingin jadi polisi. Tapi dulu," terangnya.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Wakapolres Blitar Kota, Kompol Nur Halim menyebut pihaknya mengidentifikasi posisi pelaku dari nomor ponsel korban. Polisi lalu meringkus pelaku yang bersembunyi di Kanigoro.

"Pelaku kita jerat dengan pasal 378 dan 362 KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara," pungkas mantan Kabag Ops Polres Bangkalan tersebut.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.