Sabtu, 20 Jun 2026 14:35 WIB

Ini Alasan Dua Pelaku Buang Mayat Bayi dalam Kardus di Magetan

Kedua pelaku pembuang bayi yang diamankan Sat Reskrim Polres Magetan/ foto istimewa
Kedua pelaku pembuang bayi yang diamankan Sat Reskrim Polres Magetan/ foto istimewa

jatimnow.com - Kasat Reskrim Polres Magetan, AKP Sukatni menyebut dua pelaku yang membuang mayat bayi di Jalan Raya Takeran, Desa Jomblang, Kecamatan Takeran, adalah sepasang kekasih.

Identitas pelaku pria berinisal DM (21), warga Kabupaten Madiun sedangkan untuk perempuannya berinisial DW (21), warga Magetan.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

Baca juga:  

Dari hasil pemeriksaan, diketahui kedua pelaku sepakat untuk melahirkan secara paksa jabang bayi yang ada di kandungan DW karena kedua malu terhadap keluarga dan lingkungan.

"Malu hamil duluan dan berbagai cara digunakan untuk membunuh bayi hasil hubungan gelap di dalam perut tapi gagal. Terakhir dipaksa lahir lalu dibunuh dan dibuang di pinggir jalan itu," kata AKP Sukatni, Senin (21/10/2019).

Baca Juga: Penemuan Bayi di Pinggir Sawah Gegerkan Warga Ngasem Kediri, Begini Kondisinya

Menurutnya, kedua pelaku diketahui juga belum terikat menikah.

"Yang jelas belum ada ikatan menikah. Tapi malu itu tadi ketika tahu hamil diluar nikah," ujarnya.

Kedua pelaku ditangkap di sebuah kos yang berada di Kabupaten Madiun. Pasangan ini membuang bayi laki-laki yang diperkirakan baru lahir sekitar 3-4 hari dan memiliki panjang 51 sentimeter.

Baca Juga: Bayi yang Ditemukan Warga Tulungagung Akan Dikirim ke Sidoarjo

Polisi yang mendatangi TKP, mendapati tali pusar bayi itu masih belum terpotong dan dibungkus dengan kain warna kuning bergambar buah cerry. Bayi itu ditemukan dalam kardus bekas mie instan di depan SMPN 1 Takeran.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.