Sabtu, 20 Jun 2026 19:35 WIB

Penyerangan Banser di Tulungagung Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia membeberkan pelaku penyerangan Banser
Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia membeberkan pelaku penyerangan Banser

jatimnow.com - Kasus penyerangan rombongan Banser di Tulungagung beberapa waktu lalu, terungkap. Satreskrim Polres Tulungagung menangkap seorang pelaku dan menetapkannya sebagai tersangka.

Penyerangan terhadap rombongan Banser dengan satu korban terluka itu terjadi Minggu (13/10/2019) sore di Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. Satu pelaku yang ditangkap bernama Dedi Arafika Susanto (28), warga Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Baca juga: Rombongan Banser Diserang Sekelompok Orang di Tulungagung

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia menyebut, pelaku Dedi terbukti melakukan pelemparan terhadap truk yang berisi anggota Banser. Akibatnya, seorang anggota banser harus mendapatkan perawatan di puskesmas.

Dedi, penyerang Banser digiring di Mapolres TulungagungDedi, penyerang Banser digiring di Mapolres Tulungagung

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Pelaku kami tangkap saat bersembunyi di sebuah daerah di Trenggalek," ujar Pandia, Kamis (17/10/2019).

Alumnus AKPOL tahun 2000 ini menambahkan, dalam pemeriksaan pelaku mengaku, peristiwa itu merupakan buntut ketegangan dari dua kelompok perguruan silat. Pelaku menganggap, rombongan yang melintas itu merupakan anggota perguruan silat, tapi ternyata rombongan Banser yang baru pulang menghadiri apel akbar di Prigi.

"Tersangka kami kenakan Pasal 351 KUHP dengan ancaman 2 tahun penjara," jelas Pandia.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Penangkapan pelaku penyerangan itu mendapatkan apresiasi dari Kasatkorcab Banser, Fathurrohman. Meski begitu, Fathur menilai ada banyak pelaku lain yang belum ditangkap dan diproses secara hukum. Pihaknya berharap polisi bisa memberikan efek jera sehingga kejadian serupa tidak terulang.

"Cukup aksi kekerasan premanisme ini berakhir saat ini juga," tambah Fathur.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.