Kamis, 18 Jun 2026 18:22 WIB

Siswa SMA Pelajari Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Tulungagung

Seorang guru fisika menjelaskan secara ilmiah fenomena hari tanpa bayangan
Seorang guru fisika menjelaskan secara ilmiah fenomena hari tanpa bayangan

jatimnow.com - Para siswa SMAN 1 Tulungagung belajar fisika melalui fenomena hari tanpa bayangan atau kulminasi. Mereka berdiri di tengah lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya bayangannya.

Sesuai data dari BMKG, fenomena kulminasi mengalami puncaknya di Tulungagung pada hari ini, pukul 11.18 Wib, Senin (14/10/2019). Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh para siswa untuk mempelajari langsung kejadian itu.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala Sekolah SMAN 1 Tulungagung Agus Joko Santoso menjelaskan, siswa langsung diajak untuk mengamati proses fenomena kulminasi itu. Proses pembelajaran di luar kelas ini dilakukan agar siswa mengerti langsung dan bisa memahami penyebab terjadinya fenomena tersebut, didampingi oleh guru mata pelajaran fisika.

"Jadi siswa mendapat pengalaman langsung karena fenomena ini tidak terjadi setiap hari," ujar Joko.

Para siswa berdiri di lapangan untuk merasakan dan memperlajari hari tanpa bayangan di TulungagungPara siswa berdiri di lapangan untuk merasakan dan memperlajari hari tanpa bayangan di Tulungagung

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Proses pembelajaran ini tidak hanya dilakukan di luar sekolah. Di dalam kelas, guru juga kembali menerangkan lebih rinci mengenai penyebabnya.

Wahyu Dwi, Guru Fisika SMAN 1 Tulunggaung menggunakan bola dunia untuk memberikan pemahaman siswa. Menurutnya, peristiwa itu terjadi karena kemiringan sumbu rotasi bumi terhadap bidang ekliptika. Letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa membuat peristiwa ini bisa terjadi dua kali dalam setahun.

"Jadi ini bukan merupakan hal yang mistis dan bisa dijelaskan kepada siswa dengan ilmiah," paparnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Salah seorang siswa, Imas Sekar mengaku bisa langsung memahami penjelasan yang diberikan oleh guru, karena disertai praktik. Sebelumnya siswa kelas XII ini belum memahami proses dan penyebab hilangnya bayangan tersebut.

"Jadi lebih paham, tadi juga ada praktik sehingga bisa mengerti langsung penyebabnya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.