Kamis, 11 Jun 2026 20:39 WIB

Kemarau Panjang, 10 Desa di Magetan Dilanda Kekeringan

Warga yang terdampak kekeringan di Magetan mendapat bantuan air bersih setiap hari
Warga yang terdampak kekeringan di Magetan mendapat bantuan air bersih setiap hari

jatimnow.com - Kemarau panjang yang masih melanda Jawa Timur, membuat sumber air 10 desa di Kabupaten Magetan tak lagi mengalir. Akibatnya, sekitar 11.407 warga di 10 desa dalam tiga kecamatan, mengalami krisis air bersih.

Kasie Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan Ferry Yoga Saputra mengatakan, tiga kecamatan itu adalah Kecamatan Parang, Lembeyan dan Karas.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

"Warga di tiga kecamatan itu mendapat air bersih dari droping air yang kami lakukan, juga dari provinsi," tutur Ferry, Senin (14/10/2019).

Dari pendataan yang dilakukan BPBD Magetan, untuk di Kecamatan Parang, kekeringan melanda Desa Sayutan, Triono, Pragak dan Mategal. Sedangkan di Kecamatan Lembeyan terdapat di Desa Lembeyan Kulon, Lembeyan Wetan dan Kediren. Lalu di Kecamatan Karas terdiri dari Desa Kulon, Karas dan Sobontoro.

BPBD Magetan salurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringanBPBD Magetan salurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

"Data itu naik lebih 50 persen. Tahun 2018 lalu hanya tiga desa yang mengalami kekeringan, yaitu Desa Sayutan, Kuwon dan Karas. Yang terdampak hanya lima ribuan warga," jelasnya.

Ferry menyebut, dari perkiraan yang ada, kekeringan akan terjadi sampai minggu kedua bulan November 2019. Hal itu sesuai dengan prediksi BMKG yang diterima BPBD.

"Kemarau panjang disebut akibat fenomena meningkatnya suhu panas permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur," bebernya.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di 10 desa tersebut, droping air bersih dilakukan setiap hari. Droping air bersih itu dilakukan, mulai dari BPBD daerah dan provinsi hingga para relawan peduli kemanusiaan.

"Setiap hari kami mengalirkan air bersih 16.000 liter ke wilayah terdampak kekeringan itu," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.