Kamis, 18 Jun 2026 05:58 WIB

Gairah Pasar Rumput Tulungagung di Tengah Kemarau Panjang

Para pedagang hijauan pakan ternak di pasar rumput Desa Ngebong, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung
Para pedagang hijauan pakan ternak di pasar rumput Desa Ngebong, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung

jatimnow.com - Musim kemarau panjang tahun ini mendatangkan berkah bagi penjual pakan hijau atau basah untuk ternak di Pasar Rumput Desa Ngebong, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. Permintaan pakan hijau meningkat pesat dibanding musim hujan.

Para pemilik ternak mengaku kesulitan mencari pakan lantaran banyak lahan penghasil rumput atau pakan hijau, mengering. Sehingga para pemilik ternak memilih untuk membeli pakan hijau tersebut. Nah, di pasar tradisional tersebut, mulai dari rerumputan hingga dedaunan dijual dijual.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Fina, salah seorang pemilik ternak sapi mengaku kesulitan untuk mencari sendiri pakan ternaknya, sehingga terpaksa membeli pakan hijau di pasar rumput tersebut. Tiga ekor sapi yang dipeliharanya membutuhkan sekitar tiga ikat hijauan berupa dedaunan setiap harinya.

"Kalau musim kemarau ini sulit mencari rumput atau dedaunan. Jadi ya beli di pasar rumput saja lebih praktis," ungkap Fina, Kamis (10/10/2019).

Hal senada diungkapkan Yunaeni, pemilik ternak kambing. Setiap dua hari sekali, ia mendatangi pasar rumput untuk membeli hijauan pakan ternak. Jika musim penghujan datang, Yunaeni memilih untuk mencari hijauan sendiri, karena banyak dan mudah didapat.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Kalau sekarang kondisi seperti ini lebih baik beli saja, karena mencari juga sulit dan belum tentu dapat," tuturnya.

Sementara itu, Tego (55) salah seorang penjual hijauan pakan ternak di pasar tersebut mengaku, permintaan dari pemilik ternak meningkat sejak bulan Agustus 2019. Seikat besar hijauan pakan ternak dijual mulai harga Rp 10 hingga 20 ribu.

Jika sebelumnya mereka hanya bisa menjual lima ikat setiap hari, kini penjualan di pasar rumput bergairah hingga menjadi 40 ikat per harinya. Meski begitu, untuk mendapatkan hijauan ini tidak mudah. Tego bersama penjual lain harus mencarinya hingga ke luar desa.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Kadang harus mencari ke sawah juga untuk mendapatkan hijauan ini," tambahnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.