Kamis, 18 Jun 2026 20:07 WIB

Pria ini Bayar Pajak Pakai Uang Koin: Tolong Jangan Korupsi Uang Kami!

Londo, saat menghitung uang koin bersama pegawai Kantor Bersama Samsat Ponorogo
Londo, saat menghitung uang koin bersama pegawai Kantor Bersama Samsat Ponorogo

jatimnow.com - Seorang pria bernama Nursyam Romdoni mengejutkan pegawai Kantor Bersama Samsat Ponorogo. Betapa tidak, warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, kabupaten setempat itu menyodorkan dua tas berisi uang koin untuk membayar pajak kendaraan.

Londo-sapaan akrab Nursyam Romdoni mengaku, uang-uang koin itu ia kumpulkan dari hasilnya berjualan aksesoris anak-anak.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Saya sisihkan setiap ada uang receh Rp 100, Rp 200, Rp 500 atau Rp 1000," katanya, Kamis (10/10/2019).

Londo masuk ke Kantor Bersama Samsat Kabupaten Ponorogo dengan menenteng dua tas besar berisi uang koin. Kemudian ia menyerahkan uang-uang itu dengan total Rp 2.495.500.

"Tunai saya bayarkan, banyak yang lihat, karena mungkin dianggap aneh. Tapi bagi saya, yang penting kan lunas. Bukan soal bayar pakai uang receh atau uang kertas," jelasnya.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Menurutnya, uang total Rp 2.495.500 itu untuk membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mobil pikap 5 Tahunan dan PKB sepeda motor untuk satu tahun. Dia termotivasi membayar pajak dengan uang koin, juga untuk sindiran kepada pemerintah.

"Lihatlah kami rakyat jelata yang dengan susah payah mengumpulkan koin demi koin seperti saya dalam satu tahun untuk memenuhi kewajiban kami. Tolong berhentilah korupsi uang negara, agar kami sebagai rakyat benar-benar bisa menikmati pembangunan dari hasil yang kami kumpulkan lewat pajak ini," beber Londo.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

Dia berharap, dengan PKB yang dibayar bisa membantu keuangan negara.

"Semoga uang pajak yang terbayarkan hari ini bisa membantu keuangan negara yang sedang terpuruk," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.