Selasa, 16 Jun 2026 00:07 WIB

Polisi Gadungan 'Peneror' Para ABG di Kota Pasuruan Dibekuk

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 09 Okt 2019 17:02 WIB
Ainun Najib (kanan), polisi gadungan 'peneror'para ABG di Kota Pasuruan diperiksa di Mapolres Pasuruan Kota
Ainun Najib (kanan), polisi gadungan 'peneror'para ABG di Kota Pasuruan diperiksa di Mapolres Pasuruan Kota

jatimnow.com - Aksi Ainun Najib sebagai polisi gadungan, akhirnya terbongkar. Pemuda 20 tahun warga Jalan Letjen Sutoyo, Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan itu mengaku sebagai polisi untuk memeras dan merampas barang muda mudi di kota tersebut.

Aksinya terbongkar setelah ia ditangkap Tim Satreskrim Polres Pasuruan Kota. Penangkapan dilakukan setelah tim ini mendapat informasi ulah seorang pemuda yang mengaku sebagai polisi dan memeras muda-mudi atau anak baru gede (ABG) yang berpacaran dan nongkrong di beberapa taman di Kota Pasuruan.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Dengan mengaku sebagai Buser Polisi dan Brimob, tersangka mendatangi muda-mudi yang berpacaran atau nongkrong di sudut taman yang sepi, lalu melakukan pengancaman," jelas Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Slamet Santoso, Rabu (9/10/2019).

Dalam aksinya, tersangka mendatangi para korbannya dan menuduh mereka telah berperilaku mencurigakan atau berbuat tidak senonoh di tempat umum. Meski sebenarnya para korban tidak melakukan hal yang dituduhkan tersebut.

Namun, lantaran korban takut, mereka akhirnya menyerahkan barang-barangnya agar tidak dibawa oleh polisi gadungan itu. Mulai ponsel hingga laptop korban dengan mudah dikuasai tersangka.

Para korban ketakutan setelah tersangka menyuruh korban pulang untuk memanggil kedua orangtuanya dan meminta mereka datang ke kantor polisi terdekat yang disebutkan tersangka secara acak.

Baca Juga: Beli Cash Rp 1,3 M, Mobil Mewah Warga Surabaya Malah Mau Dirampas DC

"Selain takut, para korban ini percaya lantaran setelah merampas barang korban, tersangka menyuruh para korbannya untuk datang ke polsek dengan membawa orangtuanya," beber Slamet.

Setelah korban datang ke polsek yang disebutkan tersangka, ternyata polisi yang dimaksud tidak ada. Dari situlah para korban sadar jika mereka telah menjadi korban penipuan. Terhitung, ada tiga korban berbeda yang melapor ke Polsek Purworejo, Kota Pasuruan. Di antaranya MF (20) dan LT (20), yang saat itu melapor pada Sabtu (5/10/2019).

Mendapati laporan itu dan ciri-ciri tersangka, polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Ainun Najib di rumahya beserta barang bukti tiga ponsel milik korban.

Baca Juga: Modus Tilang Tak Pakai Helm, Polisi Gadungan di Malang Bawa Kabur HP Pelajar

"Setelah kami kembangkan, kami menangkap Yusuf, tetangga tersangka Ainun Najib. Yusuf ini berperan sebagai penadah barang curian," ungkap Slamet.

"Kami akan terus mengembangkan kasus ini, karena tersangka Ainun Najib ini dalam beraksi juga mengajak tersangka lain," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.