Kaki Siswi SMP yang Derita Kanker Tulang di Mojokerto Telah Diamputasi
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Rabu, 09 Okt 2019 16:53 WIB
jatimnow.com - Kaki kanan dari Silfi Qumairo (14), siswi salah satu SMP swasta di Kabupaten Mojokerto yang menderita kanker tulang telah diamputasi di RSU dr Soetomo Surabaya.
Putri pasangan Mohammad Gozali (37) dan Faizin Laili Agustin (35) dari Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto kini hanya bisa berbaring di tempat tidur yang diletakkan di ruang tamu rumahnya.
Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto
Baca juga: Derita Kanker Tulang di Kaki, Siswi SMP di Mojokerto ini Butuh Bantuan
Gozali mengatakan, putrinya itu dibawa ke RS dr Soetomo Surabaya dengan menggunakan ambulans dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.
"Kaki Silfi diamputasi Minggu (29/9) lalu. Masuk ruang operasi pukul 06.30 Wib dan keluar sekitar pukul 11.00 Wib," katanya, Rabu (9/10/2019).
Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto
Silfi dirawat selama 12 hari pada Minggu (22/9) dan balik kerumah Kamis (3/10) di RSU dr Soetomo Surabaya. Sekarang, Silfi masih merasakan rasa nyeri bekas operasi amputasi dan sesekali pusing.
Gozali menambahkan, kepala bagian kanan buah hatinya, ada benjolan kecil. Tetapi, menurut dokter benjolan kecil itu tidak berpengaruh apapun saat diperiksa oleh dokter.
"Masih merasa nyeri di bekas amputasi dan selain itu merasa pusing. Kata dokter tidak masalah, tetapi besok saat kontrol akan kita konsultasi," ujarnya.
Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan
Silfi SMP Darul Dakwah Kedungmaling, Sooko ini tetap memiliki semangat dan keinginan untuk kembali bersekolah. Saat ini kondisi Silfi belum bisa duduk, dirinya hanya bisa berbaring di atas tempat tidur.
"Anaknya punya semangat tinggi. Harapan anaknya ya ingin segera masuk sekolah, kemarin minta laptop untuk belajar di sekolah. Kaki palsu katanya akan dapat dari Bu Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Saat ini fokus penyembuhan pasca operasi," pungkasnya.
Editor : Sandhi Nurhartanto