Rabu, 17 Jun 2026 14:16 WIB

Pak Bupati, Warga 4 Desa di Pasuruan ini Masih Krisis Air Bersih Lho

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 09 Okt 2019 16:16 WIB
Warga mengantre bantuan air dari Pemkab Pasuruan yang dinilai warga masih kurang
Warga mengantre bantuan air dari Pemkab Pasuruan yang dinilai warga masih kurang

jatimnow.com - Krisis air bersih membuat warga Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan menjerit. Bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan dinilai warga masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih di sana.

"Bantuan tiga sampai empat jerigen perminggu ini kurang Pak, soalnya dua tiga hari sudah habis. Ya terpaksa kami beli sendiri sampai bantuan datang lagi," tutur Jamaludin, salah satu warga yang mengantre air bersih bantuan pemkab, Rabu (9/10/2019).

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Sementara, Hindun salah satu warga lainnya berharap agar bantuan air bersih dari pemkab bisa ditambah. Agar beban rupiah yang dikeluarkan setiap keluarga di desanya bisa menurun.

"Maunya ya ditambah Pak, kan lumayan bisa meringankan. Kalau beli per jerigennya dua ribu rupiah lho," terangnya.

Selain Desa Karangjati, ada tiga desa lainnya di Kecamatan Lumbang yang juga terdampak kekeringan, yaitu Cukurguling, Watulumbung dan Karangasem.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

Terpisah, Staf BPBD Kabupaten Pasuruan Syaiful Bakri menyebut bila pemkab melakukan dropping tiga tangki air untuk setiap desa terdampak.

"Tiga tangki air ini digilir ke semua dusun dalam satu desa," jelas Syaiful.

Selain itu, keterbatasan armada juga menjadi pemicu lambannya pendistribusian air bersih, meski dibantu dengan CSR dari beberapa perusahaan swasta di Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Cuaca Probolinggo Panas dan Lembap, BPBD Ingatkan Dampak Kemarau Panjang

"Hanya satu armada untuk di Kecamatan Lumbang. Ada dua armada yang dipunyai BPBD. Untuk armada lainnya ada masing-masing satu mobil tangki dari Dinas Cipta Karya, PDAM dan Dinsos," tambahnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.