Selasa, 16 Jun 2026 17:54 WIB

188 Lulusan Tenaga Medis UMSurabaya Siap Mengabdi di Papua

Lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya siap mengabdi di Papua
Lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya siap mengabdi di Papua

jatimnow.com - Sebanyak 188 lulusan tenaga medis dari Ahli Madya Keperawatan, Profesi Ners, Ahli Madya Kebidanan dan Teknik Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya siap mengabdi di Papua.

Saat pelantikan dan pengambilan sumpah yang digelar di gedung At Tauhid, Selasa (8/10/2019), para lulusan mengenakan Topi Adat Papua serta membentangkan banner bertuliskan Papua Damai : Papua Tetap Indonesia, sebagai upaya deklarasi bahwa lulusan Fakultas ilmu kesehatan siap untuk dikirim dan mengabdi di Papua.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr Mundakir mengatakan upaya tersebut sebagai peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi merupakan suatu keniscayaan yang harus dijalankan oleh penyelenggara pendidikan tinggi.

"Institusi yang berkomitmen menjaga kualitas lulusan, ikut berupaya mencetak lulusan yang siap dalam berkontribusi menyelesaikan konflik di Papua. Khususnya penyelesaian dampak pasca konflik yang berada di Papua," jelasnya.

Pihaknya berupaya dan berkomitmen mencetak lulusan yang berkualitas yaitu dengan menghasilkan lulusan yang tidak hanya berkompeten, namun juga siap menerima tantangan untuk ditempatkan dimanapun termasuk di daerah konflik yaitu Papua.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

"Membekali calon lulusan dengan skill dibidangnya masing-masing tidaklah cukup bagi kami untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, namun upaya untuk menumbuhkan moralitas dan rasa sensitive terhadap kejadian-kejadian sosial adalah bentuk komitmen yang terus kami jaga dalam mencetak lulusan," paparnya.

Ia menambahkan secara teknis pengiriman para lulusan itu nantinya akan berkoordinasi dengan jaringan alumni yang telah ada di Papua.

Baca Juga: Guru Besar Umsura Dorong Pembelajaran Metakognitif, Ini Penjelasan Prof Lina

"Kami berupaya untuk melakukan koneksi dengan berbagai lembaga pemerhati sosial khususnya seperti lembaga disaster yang dimiliki oleh organisasi Muhammadiyah," tandasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.