Jumat, 19 Jun 2026 22:04 WIB

Kisah Kampung Bahasa Inggris di Kota Mojokerto yang Kini 'Mati Suri'

Kampung Bahasa di Mojokerto kini telah vakum
Kampung Bahasa di Mojokerto kini telah vakum

jatimnow.com - Kampung bahasa yang terdapat di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto seperti hidup segan mati tak mau.

Peribahasa itu layak disematkan untuk kampung bahasa di tempat ini karena tidak ada lagi kegiatan belajar bahasa Inggris program dari Kota Mojokerto. Kampung bahasa muncul sejak 2015 awal saat kepemimpinan Wali Kota Mas'ud Yunus.

Baca Juga: Transportasi Umum di Jombang Kritis, Sub Terminal Ngoro Mati Suri

Humas kampung bahasa, Sunaryo mengatakan kampung bahasa yang digagas untuk warga di tiga lingkungan yakni Pulo Wetan, Balongkrai dan Balongcangkring itu sudah vakum atau 'mati suri'.

"Ramainya hanya beberapa bulan saja sejak diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Subambiyanto. Hanya berjalan sekitar 6 bulan dan sempat hidup lagi pada 2018 lalu vakum lagi hingga sekarang," kata Sunaryo, Rabu (9/10/2019).

Masih menurut Cak Naryo sapaan akrabnya, awal-awalnya ramai saat gebyar atau setelah diresmikan setelah itu vakum karena informasinya tidak ada anggaran lagi untuk kampung bahasa.

"Tujuan awalnya ingin seperti Kampung Bahasa Inggris di Pare dan meningkatkan objek wisata Kota Mojokerto seperti hutan kota dan wisata air di Rejoto," tukasnya.

Baca Juga: Sempat Hidup saat Jenazahnya Dimandikan, Gadis ini Kembali Meninggal

Salah satu orang yang menyediakan lembaga belajar, Elis Puspita Andayani menjelaskan saat berjalan ada sekitar 12 lembaga kursus yang memberikan pendidikan bahasa Inggris kepada warga yang bergabung.

"Setiap lembaga ada sekitar 30 hingga 40 orang yang ikut dalam sekali pertemuan. Namun, lama-lama berkurang dan saat ini ditempat saya hanya 2 anak yang masih ikut belajar," ungkapnya.

Setiap lembaga kursus yang masih ada saat ini harus mengeluarkan biaya swasembada mandiri untuk melanjutkan mendidik peserta didiknya.

"Tempat ini saya kontrak 1 tahun Rp 4 juta. Saya lihat setelah pergantian pemerintahan, perhatiannya berkurang. Anggaran dari pemerintah hanya saat ada event saja," jelas pemilik lembaga kursus English Study Club (EDC), Sri Widati.

Salah satu warga yang pernah mengikuti kursus bahasa Inggris di kampung bahasa Sukarti (57), warga Lingkungan Balongkrai, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto berharap agar kampung bahasa tetap ada.

"Dulu saya senang bisa belajar bahasa Inggris seperti belajar bahasa sehari-hari, angka, warna dan nama alat-alat dapur. Tapi kini sudah tidak ada, harapan saya pribadi agar kampung bahasa ini tetap ada dan berjalan," pintanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.