Minggu, 14 Jun 2026 19:34 WIB

Protes Pembuangan Limbah, Warga di Pasuruan Pasang Spanduk Sindiran

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 03 Okt 2019 13:12 WIB
Salah satu spanduk sindiran untuk pembuangan limbah yang dipasang warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan
Salah satu spanduk sindiran untuk pembuangan limbah yang dipasang warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan

jatimnow.com - Mengaku bosan menghirup bau limbah yang mencemari sungai selama 8 tahun, warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, memasang spanduk sindiran di pingir jalan dan aliran sungai desa setempat.

"Aksi ini dilakukan warga kami ini. Kami kita sudah bosan dan geram dengan adanya perusahan minuman, yang membuang limbah busuknya ke sungai yang mengalir di tengah-tengah perkampungan kami," tutur Kepala Desa Baujeng, Sobiq, Kamis (3/10/2019).

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Sobiq menambahkan, limbah yang mengalir di sungai itu bahkan mencemari sumur-sumur warga hingga air yang di dalam sumur menjadi bau.

"Warga kami sampai terpaksa beli air untuk kebutuhan memasak dan minum," tambahnya.

Selain itu, warga sudah bosan lantaran belum ada solusi dari proses perundingan yang difasilitasi pemerintah kabupaten dengan salah satu perusahaan yang disebut warga sebagai perusahaan pembuang limbah tersebut.

Spanduk sindiran untuk limbah yang berdampak pada warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten PasuruanSpanduk sindiran untuk limbah yang berdampak pada warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan

Baca Juga: Pameran Bayi Mikroplastik di Surabaya, Potret Kelam Penjajahan Plastik

"Warga sudah kecewa dengan perundingan masalah limbah ini. Sehingga, Jumat (27/9/2019) kemarin, warga terpaksa menutup pintu air sungai (laban) itu hingga sekarang," tambah Sobiq.

Dari pantauan jatimnow.com, kegeraman warga itu diekspresikan dalam beberapa spanduk yang mereka pasang di depan bangunan masjid yang menghadap Sungai Tanggul. Spanduk itu berisi tulisaan 'Ibadah Ku gak khuysuk gara-gara ambu limbah basin' (Ibadah saya tidak khusuk gara-gara bau limbah busuk).

Selain itu, warga memasang spanduk besar di Simpang Empat Baujeng, Jalan Raya Bangil-Pandaan. Spanduk ini bertuliskan 'Anda memasuki wisata kali basin (busuk). Bagi warga tutuplah hidung. Bagi penerima uang, harga dirimu sangat rendah'.

Baca Juga: Mahasiswa Ubaya Sulap Kantong Teh Jadi Dekorasi Rumah Estetik & Berkelanjutan

Selain aksi itu, Sobiq menegaskan bila pada Sabtu (5/10/2019), warga Desa Baujeng berencana melakukan aksi besar-besaran.

"Kita akan jalan kaki menju pabrik pembuangan limbah," tegas Sobiq.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.