Sabtu, 06 Jun 2026 15:21 WIB

Mahasiswa Ubaya Sulap Kantong Teh Jadi Dekorasi Rumah Estetik & Berkelanjutan

Mahasiswa Ubaya, Jeanne Theresia Mintarja, mendaur ulang kantong teh celup jadi dekorasi rumah estetik & berkelanjutan. Inovasi "Dipt" ramah lingkungan, kuat, dan fungsional. (Foto: Humas Ubaya/jatimnow.com)
Mahasiswa Ubaya, Jeanne Theresia Mintarja, mendaur ulang kantong teh celup jadi dekorasi rumah estetik & berkelanjutan. Inovasi "Dipt" ramah lingkungan, kuat, dan fungsional. (Foto: Humas Ubaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di tengah isu lingkungan yang semakin mendesak, seorang mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) berinovasi menciptakan produk dekorasi rumah yang unik dan berkelanjutan.

Jeanne Theresia Mintarja, mahasiswa Program Studi Desain dan Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif (FIK) Ubaya, berhasil mendaur ulang limbah kantong teh celup menjadi beragam produk home decor yang estetik dan fungsional.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Inovasi yang diberi nama "Dipt" ini menghasilkan berbagai produk seperti jam meja, lampu meja, catur, dan nampan. Nama "Dipt" sendiri terinspirasi dari proses "mencelupkan" teh, yang kemudian diolah menjadi barang bernilai guna tinggi.

"Ide ini muncul karena saya melihat konsumsi teh di Indonesia sangat tinggi. Saya ingin memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dengan mendaur ulang limbah kantong teh ini," ujar Jeanne.

Dalam proses pembuatannya, Jeanne tidak hanya mengandalkan kantong teh bekas, tetapi juga bahan-bahan ramah lingkungan lainnya.

Ia menggunakan perekat dari ekstrak biji guar gum dan biovarnish untuk memberikan tampilan mengkilap dan tahan lama pada produk. Untuk menambah kekuatan, Jeanne juga memanfaatkan potongan kayu sisa produksi mebel dari pengrajin sekitar.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Proses pembuatan "Dipt" dimulai dengan menyeleksi kantong teh berdasarkan warna yang diinginkan. Kantong teh kemudian diolah menjadi bubur (pulping) dan dicampur dengan guar gum sebagai perekat. Campuran ini kemudian dicetak dan dikeringkan selama 2-3 hari.

Setelah kering, produk diamplas dan dipernis agar halus dan mengilap. Tahap terakhir adalah pemasangan komponen tambahan seperti lampu, baterai, atau mesin jam.

Jeanne berharap "Dipt" dapat diproduksi secara massal dan dikomersialisasikan di masa depan. Saat ini, ia fokus pada pengembangan dan peningkatan kualitas produk, sembari mempersiapkan pameran Grade X, acara tahunan mahasiswa Prodi Desain dan Manajemen Produk FIK Ubaya pada bulan Januari mendatang.

Baca Juga: Cara Unik DKV Ubaya Dongkrak Literasi, Visualkan Tokoh Fiksi di Atas Buku

"Saya berharap 'Dipt' dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan melihat limbah sebagai potensi yang bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai," pungkas Jeanne.

Dosen Pembimbing FIK Ubaya, Guguh Sujatmiko, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Jeanne dan menyatakan bahwa Jeanne telah berhasil menggabungkan kreativitas, kepedulian lingkungan, serta prinsip-prinsip desain yang baik ke dalam produk 'Dipt'.

"Ini adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat memberikan solusi inovatif untuk masalah-masalah di sekitar kita," tandasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.