Rabu, 22 Jul 2026 03:02 WIB

Mahasiswa Ubaya Sulap Kantong Teh Jadi Dekorasi Rumah Estetik & Berkelanjutan

Mahasiswa Ubaya, Jeanne Theresia Mintarja, mendaur ulang kantong teh celup jadi dekorasi rumah estetik & berkelanjutan. Inovasi "Dipt" ramah lingkungan, kuat, dan fungsional. (Foto: Humas Ubaya/jatimnow.com)
Mahasiswa Ubaya, Jeanne Theresia Mintarja, mendaur ulang kantong teh celup jadi dekorasi rumah estetik & berkelanjutan. Inovasi "Dipt" ramah lingkungan, kuat, dan fungsional. (Foto: Humas Ubaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di tengah isu lingkungan yang semakin mendesak, seorang mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) berinovasi menciptakan produk dekorasi rumah yang unik dan berkelanjutan.

Jeanne Theresia Mintarja, mahasiswa Program Studi Desain dan Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif (FIK) Ubaya, berhasil mendaur ulang limbah kantong teh celup menjadi beragam produk home decor yang estetik dan fungsional.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Malang Tebar Semangat Go Green Melalui Employee Volunteering

Inovasi yang diberi nama "Dipt" ini menghasilkan berbagai produk seperti jam meja, lampu meja, catur, dan nampan. Nama "Dipt" sendiri terinspirasi dari proses "mencelupkan" teh, yang kemudian diolah menjadi barang bernilai guna tinggi.

"Ide ini muncul karena saya melihat konsumsi teh di Indonesia sangat tinggi. Saya ingin memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dengan mendaur ulang limbah kantong teh ini," ujar Jeanne.

Dalam proses pembuatannya, Jeanne tidak hanya mengandalkan kantong teh bekas, tetapi juga bahan-bahan ramah lingkungan lainnya.

Ia menggunakan perekat dari ekstrak biji guar gum dan biovarnish untuk memberikan tampilan mengkilap dan tahan lama pada produk. Untuk menambah kekuatan, Jeanne juga memanfaatkan potongan kayu sisa produksi mebel dari pengrajin sekitar.

Baca Juga: Guru Besar Teknik Kimia Ubaya Masuk Jajaran Peneliti Elite Dunia

Proses pembuatan "Dipt" dimulai dengan menyeleksi kantong teh berdasarkan warna yang diinginkan. Kantong teh kemudian diolah menjadi bubur (pulping) dan dicampur dengan guar gum sebagai perekat. Campuran ini kemudian dicetak dan dikeringkan selama 2-3 hari.

Setelah kering, produk diamplas dan dipernis agar halus dan mengilap. Tahap terakhir adalah pemasangan komponen tambahan seperti lampu, baterai, atau mesin jam.

Jeanne berharap "Dipt" dapat diproduksi secara massal dan dikomersialisasikan di masa depan. Saat ini, ia fokus pada pengembangan dan peningkatan kualitas produk, sembari mempersiapkan pameran Grade X, acara tahunan mahasiswa Prodi Desain dan Manajemen Produk FIK Ubaya pada bulan Januari mendatang.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

"Saya berharap 'Dipt' dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan melihat limbah sebagai potensi yang bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai," pungkas Jeanne.

Dosen Pembimbing FIK Ubaya, Guguh Sujatmiko, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Jeanne dan menyatakan bahwa Jeanne telah berhasil menggabungkan kreativitas, kepedulian lingkungan, serta prinsip-prinsip desain yang baik ke dalam produk 'Dipt'.

"Ini adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat memberikan solusi inovatif untuk masalah-masalah di sekitar kita," tandasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.