Kamis, 11 Jun 2026 16:34 WIB

Industri Rumahan Pil Koplo di Kediri Digerebek Polisi

Polres Kediri mengungkap pembuatan industri pil koplo rumahan
Polres Kediri mengungkap pembuatan industri pil koplo rumahan

jatimnow.com - Satreskoba Polres Kediri menggerebek usaha pembuatan pil koplo rumahan dengan menangkap dua pelaku yakni Sutiono (33) dan Sugeng Pramono (27) warga Kecamatan Ngasem.

Pembuatan pil koplo dilakukan di sebuah bunker yang berada dibawah sebuah kontrakan yang mereka sewa. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah bahan pembuatan, peralatan dan 67 ribu pil koplo siap jual.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

Kapolres Kediri, AKBP Roni Faisal mengatakan terbongkarnya pabrik pil koplo ini berawal dari laporan masyarakat, yang mencurigai aktifitas kedua tersangka.

Polisi kemudian melakukan penyidikan dan menemukan rumah kontrakan yang disewa mereka digunakan untuk memproduksi pil koplo.

"Pabriknya terletak di sebuah bunker di bawah kontrakan, bunker tersebut sengaja disiapkan untuk memproduksi pil koplo," ujarnya, Selasa (1/10/2019).

Dari hasil pemeriksaan polisi, kedua tersangka mengaku baru melakukan produksi selama sebulan terakhir ini. Mereka tidak mempunyai pengetahuan terkait ilmu farmasi, dan masih dalam tahap percobaan.

Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Narkotika Madura-Gresik, Sita 200 Gram Sabu

Mereka juga belum menemukan takaran yang tepat, sehingga untuk menjualnya tersangka mencampur dengan pil koplo yang sudah banyak beredar di masyarakat.

"Jadi untuk menutupi mereka mencampur pil koplo hasil buatannya dengan pil koplo yang beredar selama ini, setiap 1000 butir mereka jual dengan harga Rp 300 ribu," ujarnya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tepung tapioka, obat sidiadryl dan scopamin, serta alat cetak pil. Selain itu polisi juga mengamankan 67 ribu butir pil koplo siap jual.

Baca Juga: Pensiunan Guru SMA di Kediri Cabuli 12 Bocah, Ngaku Dipengaruhi Makhluk Gaib

Ia meneruskan, pihaknya terus memperdalam kasus ini karena kuat dugaan produksi pil ini dikendalikan jaringan dari dalam lapas.

"Kita masih lakukan penyidikan lagi karena dugaan ada keterlibatan jaringan dari dalam lapas," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.