Senin, 15 Jun 2026 11:51 WIB

ACT Distribusikan 5 EKor Sapi Penuhi Pangan Pengungsi di Papua

ACT menyembelih 5 ekor sapi un tuk pengungsi di Wamena, Papua
ACT menyembelih 5 ekor sapi un tuk pengungsi di Wamena, Papua

jatimnow.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyembelih lima ekor sapi untuk mendistribusikan daging tersebut kepada para pengungsi krisis kemanusiaan di Wamena, Provinsi Papua.

"Semenjak kemarin telah dilakukan pemotongan lima ekor sapi di tiga titik yang tersebar di Papua. Semuanya kita distribusikan di tiga titik pengungsian yang kita bantu di Papua," kata Wahyu Novyan, selaku Direktur Social Network Corporation (SNC) - ACT dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (30/9/2019).

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

Ketiga titik tersebut di antaranya adalah Yonif 751 Sentani, Resimen Induk Kodam (Rindam) Jayapura, dan di Wamena, tepatnya di Kodim 1072 Jayawijaya.

Wahyu mengatakan, daging dari sapi-sapi ini akan cukup untuk makan pengungsi selama beberapa hari ke depan.

"Melihat kondisi sekarang, daging sapi ini kita perkirakan akan cukup selama tiga hari untuk masyarakat yang sedang berada di pengungsian. Jumlah pengungsi yang kita bantu di titik-titik ini ada sekitar ribuan orang," ujarnya.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

Selain mendistribusikan daging sapi, 2 ton beras juga diturunkan di Yonif 751, beserta minyak goreng dan natura.

Sementara di Rindam Jayapura, 1 ton beras dan telur juga didistribusikan. Bahan-bahan ini yang nantinya akan diolah di Dapur Umum ACT.

"Dapur umum kita ada di setiap titik di pengungsian-pengungsian tersebut. Satu dapur umum akan beroperasi sebanyak dua kali, dan dari aktivitas dapur umum ini per harinya kita perkirakan akan menghasilkan seribu porsi makanan untuk para pengungsi," kata Wahyu.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Seperti yang diberitakan, sebanyak 5.500 pengungsi korban dari konflik sosial di Papua membutuhkan bantuan logistik.

Sementara kata Wahyu, jumlah tersebut bertambah. Hingga kini, Wahyu memperkirakan jumlah tersebut meningkat hingga 7 ribu pengungsi dan mereka sangat membutuhkan bantuan, terutama masyarakat yang ada di Wamena.

"Paling mendesak itu ada di Wamena, karena di sana kan daerah konflik, otomatis warung-warung juga tutup di sana. Jadi benar-benar sulit. Kalau di Kota Jayapura kondisinya masih relatif aman," jelas Wahyu.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.