Senin, 15 Jun 2026 10:01 WIB

OTT di Mojokerto

Modus Pungli Tiket di Wisata Pacet Terungkap, Pelaku Terancam Dipecat

Loket pembelian tiket masuk Wisata Air Panas Padusan, Pacet, Mojokerto
Loket pembelian tiket masuk Wisata Air Panas Padusan, Pacet, Mojokerto

jatimnow.com - Satu dari tiga pelaku yang ditangkap Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Mojokerto, menyandang status Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga.

PNS itu diketahui bernama Lamat, yang sehari-hari bertugas di Wisata Air Panas Padusan Pacet, Kabupaten Mojokerto sebagai penjaga atau petugas loket. Sedangkan dua pelaku lain merupakan pegawai honorer yaitu Dian Ragildi dan Angga.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Laporan resmi ke saya belum saya terima. Kita ikuti proses hukum seperti apa," tutur Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat ditemui di Mapolres Mojokerto, Selasa (24/9/2019).

Pungkasiadi menambahkan, ketiga pelaku terancam dipecat dari Disparpora bila dalam prosesnya, terbukti melakukan pungutan liar.

"Sanksi di pemerintahan pasti ada, tapi harus posisi ada sudah ada putusan dulu seperti apa. Mulai dari tingkat peringatan sampai dengan pemecatan, itu pasti ada," ungkap Pungkasiadi.

Baca juga:  

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Menurutnya, pemerintah sudah berkomitmen dengan mengacu keputusan tiga menteri bagi pegawai pemerintahan yang terlibat masalah hukum.

"Yang jelas upayanya dengan cara e-ticketing dan posisinya sudah kita coba. Upaya-upaya sudah pastilah dengan cara e-ticketing itu sudah ada," tambahnya.

Sebelumnya, Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno menyebut bila ketiga pelaku ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) setelah diduga kuat terlibat pungli tiket masuk wisata tersebut.

Baca Juga: Kasus Pungli di Lapas Blitar Terbongkar, Ini Modusnya

OTT itu dilakukan pada Sabtu (21/9/2019) di ruang loket Wisata Air Panas Padusan Pacet. Dalam OTT itu, Tim Saber Pungli Satreskrim Polres Mojokerto juga menyita uang tunai sekitar Rp 7 juta.

"Paling utama adalah menghitung kerugian negara dulu, karena korupsi. Kita berkoordinasi dengan APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah) dan kejaksaan karena ini saber pungli," jelas mantan Kapolres Pacitan itu.

Menurut Setyo, dalam praktiknya, ketiga pelaku memanupulasi karcis atau tiket masuk tempat wisata itu. Karcis yang sudah dijual kemudian disimpan dan tidak dirobek oleh ketiganya, tetapi dijual kembali. Nomor karcis itu, pada sore hari akan dikembalikan ke nomor kecil seperti semula.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.