Sabtu, 13 Jun 2026 00:26 WIB

Di Kediri, Cawagub Puti Maknai Santri Jaman Now

  • Penulis :
  • | Rabu, 07 Feb 2018 07:52 WIB
Cawagub Puti Guntur Soekarno berfoto bersama santriwati di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri.
Cawagub Puti Guntur Soekarno berfoto bersama santriwati di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri.

KEDIRI :: jatimnow.com - Setelah mendapat pemantapan dari kalangan kiai sepuh di Ponpes Lirboyo, Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno bergeser ke Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri.

Pasangan calon pemimpin Jawa Timur itu telah disambut meriah oleh ribuan santri dan santriwati. Lagu “Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur” yang menjadi jingle kampanye Gus Ipul-Puti Guntur seketika berkumandang. Suasana riuh.

Baca Juga: Absen di Hari Jadi Provinsi Jatim, Gus Ipul: Persiapan Lengser

Puti Guntur Soekarno terkesiap karena melihat semua santriwati memakai kerudung merah, berpadu dengan baju putih, seperti yang biasa dia pakai dalam safari politik di Jawa Timur.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, KH Huda Djazuli, menyambut penuh kehangatan. Hadir pula KH Zainuddin Djazuli, juga pengasuh pondok pesantren tersebut. Juga Bu Nyai Badriyah yang mendampingi Ny. Ummu Fatima (istri Gus Ipul).

Juga terlihat mantan gubernur Jawa Timur, Imam Utomo. Tampak pula Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Puti Guntur Soekarno mendapat kesempatan untuk memperkenalkan diri. Ia mengangkat sejarah kerja sama kaum nasionalis dan para ulama di masa lalu.

“Dahulu, kakek saya, Bung Karno, sering berkorespondensi dengan KH Hasyim As’yari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri, yang juga kakek Gus Ipul,” kata Puti.

Dia membesarkan hati para santri dan santriwati. “Santri jaman ‘now’, anak milenial, harus kreatif agar bisa membangun kehidupan baik,” kata Puti.

Baca Juga: Gus Ipul Absen di Hari Jadi Jatim, Soekarwo Jamin Tidak Ada Konflik

Jika terpilih, katanya, Gus Ipul menugasi dirinya untuk menangani sektor ekonomi kreatif. Begitu pula menangani generasi muda, kesehatan dan pendidikan.

“Kami nanti akan memohon bimbingan para kiai dan bu nyai agar kebijakan-kebijakan kami dapat mengangkat kehidupan pondok pesantren,” kata Puti disambut tepuk-tangan riuh.

Gus Ipul menambahkan, pondok pesantren telah mengajarkan banyak untuk menjadi manusia unggul. “Yakni, mempunyai kebahagiaan spiritual, kebahagiaan intelektual yang mampu menggunakan akal sehat, dan cinta tanah air,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan, dirinya dan Puti akan mengangkat kiai sepuh dan bu nyai untuk menjadi penasihat pemerintahan. “Jika kami terpilih untuk memimpin Jawa Timur, bersama Mbak Puti,” kata dia.

Baca Juga: Khofifah dan Idul Adha

KH Huda Djazuli meminta semua yang hadir untuk mendukung Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno. “Karena pencalonan keduanya merupakan keputusan ulama, dan direstui ulama,” kata ulama senior itu.

 

(Redaksi)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.