Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Gandeng LKN Bahas Kemandirian Pangan

Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) gandeng Lembaga Kajian Nawacita (LKN), membahas ketahanan dan kemandirian pangan
Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) gandeng Lembaga Kajian Nawacita (LKN), membahas ketahanan dan kemandirian pangan

jatimnow.com - Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) mengundang Lembaga Kajian Nawacita (LKN) untuk membahas program ketahanan pangan menuju kemandirian pangan nasional.

Diskusi bertajuk 'Program Ketahanan Pangan Menuju Kemandirian Pangan' itu digelar pengurus IKAL dan LKN, di Sekretariat IKAL, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

"Kita diminta memikirkan suatu sistem bagaimana bisa membantu kayak fluktuatif harga barang itu bisa membaik. Kemudian distribusi barang lebih baik. Kemudian kebutuhan masyarakatnya bisa terpenuhi dengan baik. Kita sampaikan konsep-konsep kita tentang program ketahanan pangan menuju kemandirian pangan nasional," ujar Ketua Komite Ketahanan Pangan LKN, Hartono Wignjopranoto kepada jatimnow.com.

Hartono yang juga Direktur Utama Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) itu menjadi salah satu narasumber yang diundang IKAL untuk membahas program ketahanan pangan menuju kemandirian pangan nasional.

"Rencana ke depan, pemerintah mau meningkatkan segala-galanya. Lah kalau pangan nggak dibenerin, mau bagaimana," ungkap Hartono.

"Kita diminta, karena dianggap kita punya lumayan pengalaman dalam pengembangan pasar induk berjaringan. Jadi kita diminta masukannya," tambahnya.

Katanya, sekarang ini Indonesia dengan segala kelebihannya, punya tanah subur dan segala macam. Namun ketersediaan pangannya, sering bermasalah.

"Fluktuasi harga barang naik turun, misalnya kadang bisa Rp 10 ribu, kapan-kapan atau sebulan lagi bisa naik menjadi Rp 100 ribu. Itu kan nggak benar. Kalau tidak ada kepastian berusaha, sakno rakyate (kasihan rakyatnya)," tuturnya.

Baca Juga: Marinir Panen 17 Ton Padi di Sidoarjo, Perkuat Pangan TNI AL

Paskomnas memiliki jaringan pasar induk yang tersebar di beberapa kota besar seperti Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS), Pasar Induk Jakabaring Palembang dan Pasar Induk Tanah Tinggi, Tanggerang. Paskomnas juga menjadi anggota dari LKN.

Hartono yang juga Direktur Utama PIOS itu diundang untuk memberikan konsep-konsep tentang ketahanan pangan menuju kemandirian pangan nasional.

"Jadi kita diminta memikirkan suatu sistem yang bagaimana bisa membantu agar kayak fluktuatif harga barang itu bisa membaik, kemudian distribusi barang lebih baik, kemudian kebutuhan masyarakatnya bisa terpenuhi dengan baik dan terutama kalau bisa tentu terpenuhi dalam negeri. Wong tanahe subur (tanahnya kan subur)," ungkapnya.

"Dan kita sampaikan konsep-konsep kita. Kemudian, rupanya direspon dengan baik dari pihak Alumni Lemhanas, kemudian akan segera membentuk Forum Group Discussion untuk mengecerutkan ini yang hasilnya dari diskusi ini. Tentu bukan hanya diskusi, tapi masukan kepada pemerintah, kira-kira action plannya apa. Sehingga nawacitanya pemerintah itu kelakon (terlaksana)," terang Hartono.

Baca Juga: BRI Salurkan Bibit di Surabaya, Dorong Urban Farming Warga

Dari hasil pertemuan 'kecil' tersebut, IKAL akan membuat forum group discussion (FGD) dengan mengundang berbagai stakeholder serta para praktisi yang berkaitan dengan pangan.

"Para alumni lemhanas bersama para praktisi di bidang ketahanan pangan akan berkumpul membahas bagaimana ketahanan pangan menuju kemandirian pangan nasional," tegasnya.

"Mereka bisa mengumpulkan praktisi-praktisi bukan teori-teori. Ya mudah-mudahan ke depan bisa menjadi program nasional. Karena pangan ini suatu kebutuhan pokok. Hubungannya sama Lemhannas, ya tentunya salah satunya bukan membawa bedil (senjata api) lagi. Kalau makannya susah, ketahanan pangan nasionalnya buruk. Dan yang terpenting, bagaimana kita bisa bergandengan dengan tujuan sama, harus dirajut bersama-sama," tutupnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.