Senin, 22 Jun 2026 19:48 WIB

Jamas Tombak Kiai Upas, Bupati Marwoto: Tradisi Bisa Menarik Wisatawan

Prosesi jamasan pusaka oleh Pemkab Tulungagung
Prosesi jamasan pusaka oleh Pemkab Tulungagung

jatimnow.com - Pemkab Tulungagung menggelar jamasan pusaka Tombak Kiai Upas. Jamasan yang dilakukan setiap tahun, pada hari Jumat Legi bulan suro dalam sistem penanggalan Jawa.

Tombak ini merupakan pusaka milik Pemkab yang saat ini disimpan di area Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Tulungagung. Sebelumnya pusaka ini merupakan milik perseorangan yang kemudian dibeli oleh Pemkab.

Baca Juga: 3 Koper Diamankan KPK Dari Penggeledahan Kantor Pemkab Tulungagung

Menurut sejarah, Tombak Kiai Upas merupakan pusaka milik Ki Ageng Mangir, menantu Raja Mataram yang menolak tunduk dalam kekuasaan Mataram.

Setelah Ki Ageng Mangir meninggal, tombak ini kemudian disimpan di Pendopo Kanjengan Tulungagung. Selain itu pusaka ini juga berkaitan dengan sejarah berdirinya Kabupaten Tulungagung.

Ritual jamasan diawali dengan kirab kesenian Reog dan diiringi dayang atau putri yang membawa air dari 9 sumber. Air tersebut kemudian dicampur dengan kembang tujuh rupa dan digunakan untuk menjamas Tombak Kiai Upas.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo yang turut hadir dalam jamasan tersebut mengatakan kegiatan ini merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahun.

Selain melestarikan tradisi, jamasan ini juga bertujuan untuk membersihkan karat yang ada pada bagian mata tombak.

Baca Juga: KPK Panggil Kepala OPD Saat Geledah Pemkab Tulungagung

"Jadi yang dijamas tadi hanya mata tombaknya saja, tidak secara keseluruhan," ujarnya, Jumat (13/9/2019).

Pihak Pemkab sendiri berencana akan menjadikan jamasan ini sebagai salah satu daya tarik wisatawan. Maryoto menilai prosesi jamasan bisa mendatangkan wisatawan untuk berkunjung dan menyaksikannya.

Menurutnya hal ini perlu dikordinasikan ke banyak pihak, agar kegiatan jamasan ini bisa menjadi event yang menarik.

"Tentunya jamasan ini akan dikemas sehingga menjadi menarik wisatawan," ujarnya.

Baca Juga: Ahmad Baharudin Jadi Plt Bupati Tulungagung Usai Gatut Sunu Ditangkap KPK

Setelah ritual, ratusan masyarakat langsung berebut air sisa jamasan. Mereka percaya air tersebut membawa berkah tersendiri, dan bagus untuk kesehatan.

Rindu, salah seorang warga mengaku selalu datang saat upacara berlangsung. Air sisa jamasan ini akan digunakannya untuk mandi dan membersihkan badan.

"Air ini bisa membuat kita awet muda," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.