Selasa, 16 Jun 2026 13:26 WIB

Diduga Cabuli Balita, Oknum PNS di Mojokerto Dilaporkan Polisi

Ilustrasi/jatimnow
Ilustrasi/jatimnow

jatimnow.com - Kasus pencabulan terhadap anak kembali muncul di Kota Mojokerto. Kali ini, kejadian itu menimpa balita A (4,5) warga Kecamatan Prajurit Kulon.

Orang tua A didampingi kuasa hukumnya Puspa Pahlupi dan Cakra Wijaya Kusuma datang ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mojokerto Kota untuk melaporkan TA seorang oknum PNS.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Menurutnya, kejadian itu terjadi pada Senin (26/8) lalu di sekolah yang masih berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Korban yang masih duduk di TK A ini diduga dicabuli TA di sekitar sekolahnya.

"Kejadian di lingkungan TK tempat korban sekolah. Sebenarnya usai kejadian sudah melapor ke Polres, namun hingga saat ini belum ada perkembangan. Saya datang kesini untuk tanya perkembangan laporan saya," kata ibu korban, PN (39) di Polres Mojokerto Kota, Jumat (6/9/2019).

Akan tetapi, saat pelaporan pertama PN (ibu korban) tidak mendapat bukti laporan (LP) sehingga dirinya didampingi kuasa hukumnya kembali melaporkan kejadian yang menimpa anaknya tersebut.

Baca Juga: Puluhan CPNS Dilantik Sebagai PNS, Ini Pesan Plt Bupati Tulungagung

"Lapor lagi karena yang pertama tidak ada bukti laporan. Ini masih menunggu Kanit PPA belum datang," jelas PN kepada wartawan.

Sementara, kuasa hukum korban Puspa Pahlupi menjelaskan, hasil visum dari rumah sakit belum keluar. Namun penyidik akan memeriksa saksi-saksi.

"Insya Allah penyidik satreskrim akan mulai melakukan pemanggilan dan pemeriksaan beberapa saksi," ujarnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Masih kata Puspa, kasus kekerasan terhadap anak menjadi atensi semua pihak dan membuat semua orang tua menjadi takut jika anaknya menjadi korban selanjutnya.

"Monggo kita bersama-sama memberantas pelecehan kepada anak ini. Karena dampaknya bukan hanya saat ini tapi sampai besar nanti sampai tua mentalnya akan terganggu," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.