Senin, 15 Jun 2026 12:58 WIB

Komplotan Pencuri Bermobil Bobol Dua Rumah di Tulungagung

Tim Inafis Polres Tulungagung melakukan identifikasi di salah satu rumah korban yang dibobol komplotan pencuri bermobil
Tim Inafis Polres Tulungagung melakukan identifikasi di salah satu rumah korban yang dibobol komplotan pencuri bermobil

jatimnow.com - Dua rumah di Perumahan Satria Resident, Kelurahan Jepun, Kabupaten Tulungagung disatroni komplotan pencuri. Aksi para pelaku mencuri di rumah nomor A 19 dan A 20 itu terekam kamera CCTV.

Pembobolan dua rumah itu terjadi sekitar pukul 09.15 Wib, Kamis (5/9/2019), saat situasi perumahan sedang sepi. Komplotan pelaku berhasil membawa kabur dua buah laptop serta sebuah jam tangan.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Aninditya Nayanag Safitri (24) salah seorang korban menuturkan, peristiwa itu baru ia ketahui saat jam istirahat kantor. Perawat sebuah rumah sakit ini dihubungi tetangga, yang rumahnya juga dibobol kawanan pencuri.

"Kebanyakan penghuni merupakan pekerja kantoran, jadi kalau pagi memang sepi," kata Aninditya, Kamis (5/9/2019).

Saat tiba di rumah, ia mendapati kamar tidurnya sudah dalam kondisi berantakan. Para pelaku diduga masuk melalui jendela rumah, setelah berhasil merusak gembok pagar. Aninditya kehilangan sebuah laptop.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Kalau di rumah tetangga saya, yang hilang laptop dan jam tangan," tuturnya.

Kapolsek Tulungagung Kota Kompol Rudi Poerwanto menerangkan, hingga saat ini kasus pencurian itu masih diselidiki. Dalam rekaman CCTV yang didapatnya, para pelaku terlihat mengendarai sebuah mobil warna silver. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah korban dan mereka membawa sebuah tas yang diduga berisi laptop milik korban.

"Kami juga sudah melakukan olah TKP serta identifikasi. Alat bukti petunjuk dari lokasi kejadian sedang kami pelajari," jelasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Rudi menilai, penjagaan di perumahan tersebut masih kurang ketat, sehingga pencuri bisa masuk ke dalam dengan leluasa. Apalagi, jumlah tenaga kemananan hanya satu orang dan tidak setiap hari masuk.

"Terlebih penghuni perumahan ini mayoritas bekerja di pagi hari, sehingga tenaga pengamanan harus ditambah," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.